
Juangpost.com, Jakarta – Kementerian Hukum Republik Indonesia resmi mengesahkan kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030 yang dipimpin Ketua Umum Akhmad Munir.
Pengesahan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0001616.AH.01.08.Tahun 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan Persatuan Wartawan Indonesia.

Keputusan tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), Widodo, di Jakarta pada 11 September 2025.
Susunan pengurus yang disahkan antara lain Akhmad Munir sebagai Ketua Umum, Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal, Marthen Selamet Susanto sebagai Bendahara Umum, dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

Cak Munir panggilan akrab Ketua Umum PWI Pusat tersebut, mengatakan bahwa Menteri Hukum Supratman Andi Agtas telah menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran legalitas PWI yang sempat tertahan lebih dari setahun.
“Pak Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sudah menandatangani disposisi pembukaan blokir sistem administrasi pendaftaran pengurus PWI hasil Kongres Persatuan PWI 2025,” ujar Munir usai bertemu Menkumham, Kamis (11/9/2025).
Ahmad Munir sendiri terpilih sebagai Ketua Umum PWI periode 2025–2030 melalui Kongres Persatuan yang digelar 30 Agustus 2025 di Gedung BPPTIK Kementerian Kominfo, Cikarang, Jawa Barat.
Terpilihnya Cak Munir dinilai menjadi titik akhir periode dualisme kepemimpinan yang sempat membelah tubuh PWI.
Fokus utama kepengurusan baru, kata Munir, adalah memastikan legalitas organisasi agar roda kerja PWI kembali berjalan normal.
“Administrasi Hukum Umum (AHU) adalah bukti pengakuan negara atas keberadaan PWI sebagai organisasi profesi wartawan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Munir berharap momentum pengesahan ini bisa menjadi pintu masuk bagi kebangkitan PWI dalam menjaga marwah pers nasional. “Semoga hal ini menjadi langkah positif untuk PWI ke depannya,” tambahnya.
Sementara itu, Pelantikan pengurus PWI Pusat periode 2025–2030 direncanakan bakal berlangsung di Monumen Pers Nasional, Solo, pada akhir September mendatang.
Usulan lokasi pelantikan tersebut, datang dari Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid, yang berharap PWI hasil Kongres Persatuan dapat mewarisi semangat perjuangan pendiri organisasi wartawan yang lahir di Solo pada 9 Februari 1946.
Hal tersebut dikatakan Direktur Monumen Pers Nasional, Ir. Widodo Hastjaryo, kepada media Juangpost.com, menyambut baik rencana pelantikan pengurus PWI Pusat.
Dikatakan Direktur Monumen Pers Nasional, bahwa pihaknya telah dihubungi staf Direktorat Jenderal (Dirjen) Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi yang mengabarkan bahwa rencana pelantikan kepengurusan PWI Pusat periode 2025-2030 akan dilangsungkan di Solo.
“Kamarin stafnya bu Dirjen sudah ada yang telpon saya, cuma mengenai waktu dan tanggalnya belum ditentukan. Pada prinsipnya kami siap menjadi tuan rumah, dan mendukung penuh kegiatan PWI.” kata Widodo.
Widodo juga menegaskan kegembiraannya atas kembalinya PWI ke khittah. “Monumen Pers Nasional Surakarta siap mengawal dan menyukseskan jalannya pelantikan pengurus baru PWI Pusat. Dimana Solo tempat lahirnya PWI, jika rencana tersebut benar akan berlanjut, saya berharap kawan PWI seluruh Indonesia bisa hadir.” pungkasnya.





