
Juangpost.com | Tulang Bawang Barat — Sejumlah pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) diduga mangkrak.
Proyek yang secara teknis ditargetkan rampung dalam 90 hari justru ditemukan belum selesai setelah berbulan-bulan dikerjakan.

Penelusuran media pada Selasa (18/08/2026) menemukan kondisi tersebut di Tiyuh Bandar Dewa, Kelurahan Mulya Asri dan Tiyuh Panaragan. Di sejumlah lokasi, bangunan masih setengah jadi, bahkan kerangka atap mulai tampak berkarat.
Yang lebih mengusik perhatian masyarakatnya, pihak tiyuh mengaku tidak mengetahui secara jelas nilai anggaran, pelaksana pekerjaan maupun alasan pembangunan terhenti. Papan informasi proyek juga disebut tidak pernah terpasang sebagi bentuk transparansi publik.
Kepalo Tiyuh Bandar Dewa, Anwar, mengaku pihaknya hanya dilibatkan saat pengukuran lahan, setelahnya tidak diketahui mekanisme pembangunannya.
“Kita hanya dilibatkan saat pengukuran lahan bulan Maret. Setelah itu tidak dilibatkan lagi. Bahkan saat mulai dibangun, kita tidak tahu, tiba-tiba sudah dibangun, dan sekarang mangkrak” kata Anwar.
Ia menyebut pembangunan di wilayahnya telah terhenti sejak bulan Juli.
“Bangunan itu baru jadi tembok setengah sama tiang-tiang besi, belum diplester, lantai belum, atap juga belum. Ini sudah mangkrak sekitar sejak Juli lalu,” ujarnya.
Anwar juga mempertanyakan keras kondisi proyek strategis nasional (PSN) tersebut, bahkan diduga gagal.
“Persoalannya yang kusut di mana, ini yang perlu diluruskan betul. Jangan terlalu ugal-ugalan. Ini program nasional, kenapa bisa seperti ini,” tuturnya.
Di Mulya Asri, pembangunan disebut telah berlangsung sekitar delapan bulan. Lurah Mulya Asri, Eko Nurhidayat, menyebut progres dalam aplikasi baru 75 persen.
“KDKMP Mulya Asri ini sudah dari Desember 2025 sampai sekarang, artinya sudah delapan bulanan. Babinsa sudah cek lapangan dan aplikasi progresnya masih 75 persen, tinggal finishing dan atap,” kata Eko.
Sementara di Panaragan, progres pembangunan secara kasat mata diperkirakan baru 20-30 persen dan telah terhenti sekitar satu setengah bulan.
Warga Panaragan, Ali Rahman, mempertanyakan pengawasan terhadap proyek tersebut.
“Kalau harapan kami warga masyarakat tolonglah dilanjutkan kepada pihak yang berwenang. Itu kan pengawasan di bawah TNI, tentunya dipertanyakan,” harapnya.
Sementara Baharudin, yang namanya disebut sebagai pemborong, membantah mengetahui keseluruhan persoalan dan mengatakan pekerjaan telah diambil alih Kodim.
“Dulu bapak cuma ikut mambantu saja, katanya kerjaan itu sekarang sudah diambil alih oleh Kodim, jadi bukan mangkrak, mungkin belum selesai saja. Itu yang bapak tahu, sekarang bapak sudah tidak banyak tahu lagi,” ujarnya.
Sementara oknum Anggota DPRD Tubaba, yang disebut mengerjakan rangka baja, membantah informasi mengenai utang dan meminta konfirmasi kepada Koramil atau Kodim.
“Walah mas, hutang apa mas. Salah info mungkin. Coba tanya langsung ke Koramil atau Kodim mas,” katanya Arif Nur rohman.
Fungsional Pengawas Koperasi Diskoperindag Tubaba, Amin Nuroni, menegaskan target pembangunan fisik KDKMP sebenarnya hanya tiga bulan.
“Kalau secara teknis pembangunan KDKMP itu sebenarnya ditarget tiga bulan atau 90 hari. Kita tidak tahu kenapa masih banyak yang belum selesai,” Pungkas Amin.





