Sosial  

Pilkati Indraloka I Berlangsung Damai dan Demokratis, Sukarman Unggul dengan 941 Suara

Juangpost.com|Tulang Bawang Barat — Pelaksanaan Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, tahun 2026 berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara, Sukarman berhasil meraih suara terbanyak dan ditetapkan sebagai calon Kepalo Tiyuh terpilih untuk periode 2026–2034.

Pesta demokrasi tingkat tiyuh tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat partisipasi pemilih yang mencapai 81,90 persen dari total 2.105 warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ketua Panitia Pilkati Indraloka I, Asropi, mengatakan seluruh tahapan pemungutan hingga penghitungan suara yang dilaksanakan di lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkati Indraloka I tahun 2026 telah selesai dilaksanakan dengan aman, lancar, dan kondusif. Dari jumlah DPT sebanyak 2.105 pemilih, tercatat 1.724 pemilih hadir menggunakan hak pilihnya, sedangkan 381 pemilih tidak hadir,” ujar Asropi.

Menurutnya, berdasarkan hasil rekapitulasi dari lima TPS, jumlah suara sah mencapai 1.714 suara, sementara 10 suara dinyatakan tidak sah.

Dari hasil penghitungan tersebut, calon Kepalo Tiyuh atas nama Sukarman berhasil memperoleh 941 suara atau 54,90 persen dari total suara sah. Sementara pesaingnya, Kusen, memperoleh 773 suara atau 45,10 persen.

Dengan demikian, Sukarman unggul 168 suara atas Kusen dalam kontestasi Pilkati Indraloka I tahun 2026.

Adapun rincian jumlah suara sah pada masing-masing TPS, yakni TPS 1 sebanyak 297 suara, TPS 2 sebanyak 373 suara, TPS 3 sebanyak 394 suara, TPS 4 sebanyak 257 suara, dan TPS 5 sebanyak 393 suara.

Asropi menegaskan, seluruh proses penghitungan suara berlangsung secara terbuka dengan disaksikan langsung oleh saksi dari kedua calon. Hingga berakhirnya proses rekapitulasi, tidak terdapat keberatan dari masing-masing saksi terhadap hasil penghitungan suara.

“Proses penghitungan suara di lima TPS disaksikan oleh saksi kedua calon dan berjalan tanpa keberatan. Dengan ini, panitia menetapkan Saudara Sukarman sebagai calon Kepalo Tiyuh terpilih Indraloka I untuk periode 2026–2034,” tegasnya.

Tingginya angka partisipasi pemilih dalam Pilkati Indraloka I menjadi salah satu indikator besarnya perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi dan keberlanjutan pembangunan di tingkat tiyuh.

Dari 2.105 warga yang memiliki hak pilih, sebanyak 1.724 orang hadir memberikan suaranya. Sementara jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih tercatat sebanyak 381 orang atau 18,10 persen.

Panitia menilai keberhasilan pelaksanaan Pilkati tidak hanya diukur dari hasil perolehan suara, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, keamanan, dan ketertiban selama berlangsungnya pesta demokrasi.

Asropi menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Indraloka I, Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT), aparat keamanan, serta kedua calon beserta pendukungnya yang telah berkontribusi menciptakan suasana pemilihan yang damai dan demokratis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, BPT, aparat keamanan, dan kedua calon yang telah bersama-sama menjaga kondusivitas sehingga seluruh tahapan Pilkati dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara, panitia berharap masyarakat Indraloka I kembali mempererat persatuan dan kebersamaan tanpa terpengaruh perbedaan pilihan politik selama berlangsungnya Pilkati.

Kemenangan Sukarman diharapkan menjadi awal kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan warga.

Panitia juga berharap Kepalo Tiyuh terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab, transparan, serta mengedepankan kepentingan bersama.

Keberhasilan penyelenggaraan Pilkati Indraloka I tahun 2026 yang berlangsung aman dan tanpa keberatan dalam proses rekapitulasi menjadi contoh positif pelaksanaan demokrasi di tingkat pemerintahan tiyuh.

Kini, masyarakat Indraloka I menaruh harapan kepada kepemimpinan baru untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi tiyuh selama delapan tahun mendatang. (*)

Penulis: DPEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *