
TUBABA, JUANGPOST.COM – Memasuki masa pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Pesan itu menjadi semangat dalam kegiatan Pembekalan Kewirausahaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) yang akan memasuki masa purnabhakti pada 2026, 2027, dan 2028.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Tubaba melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) tersebut berlangsung di Aula SMKN 1 Tulang Bawang Tengah, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, dan diikuti para ASN yang akan memasuki masa purnabhakti dalam tiga tahun mendatang.
Kepala BKPSDM Tubaba, Novian Priahutama, S.E., M.M., mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempersiapkan ASN menghadapi perubahan fase kehidupan setelah menyelesaikan masa pengabdian sebagai aparatur negara.
“Pembekalan kewirausahaan ini ditujukan bagi para ASN yang akan memasuki masa purnabhakti pada tahun 2026, 2027, dan 2028,” ujarnya.
Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah menegaskan, masa pensiun tidak seharusnya dipandang sebagai akhir dari aktivitas dan kontribusi seseorang kepada masyarakat.
Menurutnya, pensiun merupakan berakhirnya masa pengabdian dalam kapasitas sebagai ASN, bukan berakhirnya kesempatan untuk terus berkarya.
“Memasuki masa pensiun ini bukan akhir segalanya, melainkan akhir pengabdian sebagai ASN. Oleh karena itu, yang paling utama adalah pembekalan mental agar terhindar dari pemicu stres atau penyakit akibat perubahan rutinitas,” kata Nadirsyah.
Ia menilai kesiapan mental menjadi hal penting karena pensiun membawa perubahan terhadap pola aktivitas sehari-hari. Karena itu, selain keterampilan, para ASN juga perlu menyiapkan diri secara psikologis untuk menjalani kehidupan setelah purnabhakti.
Nadirsyah juga mendorong para peserta, khususnya tenaga pendidik, agar tetap memanfaatkan pengalaman dan keahlian yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mengingat sebagian besar peserta adalah tenaga pendidik, saya mendorong agar Bapak dan Ibu tetap memberikan ilmunya. Ayo, buatlah yayasan atau tempat bimbingan belajar (bimbel), sehingga tetap bisa mengabdi di dunia pendidikan,” ujarnya.
Pembekalan kewirausahaan tersebut diharapkan dapat membuka wawasan para calon purnabhakti mengenai berbagai peluang kegiatan produktif yang dapat dikembangkan setelah tidak lagi menerima tugas kedinasan sebagai ASN.
Program ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Tubaba dan BSI.
Kepala BSI KCP Tulang Bawang Barat, Medi Agustian, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah dilakukan bersama Pemkab Tubaba.
“Ini merupakan rangkaian dari tindak lanjut MoU yang satu bulan yang lalu sudah kita laksanakan bersama dengan Pemkab Tulang Bawang Barat,” kata Medi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan wawasan dari sejumlah narasumber dan motivator dengan latar belakang bidang usaha yang berbeda.
Turut hadir Kepala Cabang PT Taspen Persero Lampung Ovi Novianto, Area Consumer Finance Manager BSI Area Lampung Hendar Prasetyo, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkab Tubaba, serta para pembicara dan motivator, yakni H. Haryadi, S.P., M.M. dari sektor perikanan dan H. Nur Muhammad, S.Sos., M.M.dari sektor pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Tubaba berharap para ASN yang akan memasuki masa purnabhakti tidak hanya mempersiapkan administrasi dan hak-hak pensiun, tetapi juga menyiapkan rencana kehidupan setelah masa kedinasan berakhir.
Bekal mental, wawasan kewirausahaan, serta pengalaman selama puluhan tahun mengabdi diharapkan dapat menjadi modal untuk tetap produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Sebab, ketika seragam kedinasan dilepas, pengabdian tidak harus berhenti. Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, para purnabhakti tetap memiliki ruang untuk berkarya, berbagi ilmu, dan berkontribusi di tengah masyarakat.





