
BANDAR LAMPUNG, Juangpost.com – Kemampuan berbicara di depan umum menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam membangun jiwa kepemimpinan. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Program Studi Teknologi Informasi dan Teknik Komputer Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Lampung menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan public speaking.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 14 Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026), dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diikuti sebanyak 125 siswa. Peserta terdiri atas perwakilan pengurus OSIS dan berbagai organisasi siswa yang dipersiapkan menjadi pemimpin serta penggerak kegiatan di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), yang merupakan salah satu program sekolah untuk membentuk karakter dan mengembangkan jiwa kepemimpinan siswa.
Dengan mengusung tema “Public Speaking dan Komunikasi Efektif”, kegiatan tersebut bertujuan membekali para siswa dengan keterampilan menyampaikan gagasan secara percaya diri, runtut, dan meyakinkan. Kemampuan ini dinilai penting agar calon pemimpin muda mampu berkomunikasi dengan baik, membangun kerja sama, serta menyampaikan aspirasi secara efektif.
Tim PKM dosen ITSNU Lampung terdiri atas Liranti Rahmelina, M.Pd.T., selaku ketua tim; Dewi Puspitasari, S.I.Kom., M.Sos., M.M., sebagai narasumber; serta Arbi Gunawan, S.Kom., M.T.I., dan Rizki Fitriani, M.Pd., sebagai anggota tim.
Dalam pemaparannya, Dewi Puspitasari menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu modal penting bagi seorang pemimpin, terutama bagi siswa yang aktif dalam organisasi.
Menurutnya, gagasan yang baik perlu disampaikan dengan cara yang tepat agar dapat dipahami dan memberikan dampak positif bagi orang lain.
“Karena itu, kemampuan berkomunikasi tidak hanya berkaitan dengan keberanian berbicara, tetapi juga bagaimana menyusun pesan, memilih kata, dan membangun hubungan dengan pendengar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, materi pelatihan mencakup teknik membangun kepercayaan diri, menyusun pesan secara sistematis dan menarik, mengatur intonasi suara, menggunakan bahasa tubuh, serta menjaga kontak mata ketika berbicara di hadapan audiens.
Selain itu, para siswa diajak memahami cara mengatasi rasa gugup yang kerap muncul saat harus tampil di depan banyak orang. Kepercayaan diri, menurutnya, dapat dikembangkan melalui persiapan dan latihan yang konsisten.
Untuk memastikan materi tidak berhenti pada teori, tim dosen memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan kemampuan berbicara di depan teman-teman mereka.
Secara bergantian, para siswa maju untuk menyampaikan gagasan. Mereka kemudian mendapatkan masukan dan arahan dari tim dosen sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki cara berbicara, penyampaian pesan, serta penampilan di hadapan audiens.
Sesi praktik tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melatih keberanian, meningkatkan kepercayaan diri, dan menerapkan teknik komunikasi efektif yang telah dipelajari selama pelatihan.
Ketua Tim PKM ITSNU Lampung, Liranti Rahmelina, M.Pd.T., menyampaikan bahwa pelatihan public speaking tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, dosen ITSNU Lampung berupaya menghadirkan manfaat pendidikan secara langsung di lingkungan sekolah,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian tersebut tidak hanya berfokus pada bidang teknologi sesuai kompetensi program studi, tetapi juga menyentuh pengembangan keterampilan nonteknis atau soft skill, seperti komunikasi, kepercayaan diri, dan kepemimpinan.
Pihak SMAN 14 Bandar Lampung menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi diharapkan dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan diri.
Melalui pelatihan ini, para pengurus OSIS dan perwakilan organisasi siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang komunikatif, percaya diri, dan inspiratif. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan organisasi, lingkungan sekolah, maupun kehidupan bermasyarakat.





