
Opini : Redaksi Juangpost.com
Tulang Bawang Barat, Lampung – Dinamika makin menarik ketika sejumlah pejabat dari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung terlihat melebarkan langkah ke daerah tetangga, Kabupaten Mesuji dan Lampung Timur (Lamtim), sebelum bertarung merebut tahta Sekda di Tubaba.
Di Mesuji, dua nama mencuat kuat, sebut saja Budiman Jaya dan Rizal Irawan. Keduanya berasal dari Tubaba dan memiliki rekam jejak birokrasi yang panjang.
Budiman Jaya, Kepala Dinas Pendidikan yang juga Plt Asisten, digadang-gadang menjadi calon kuat lantaran diduga punya hubungan dekat dengan keluarga Bupati Mesuji dan bahkan konon ceritanya punya jejaring alumni IPDN yang luas.
Namun, cerita tak berhenti di situ, nama Rizal Irawan, Kepala Dinas Perkimta, justru mencuri perhatian karena berhasil meraih nilai-nilai tinggi dalam ujian seleksi, yang konon ceritanya Rizal Irawan hanya sekedar pendamping Budiman Jaya.
Semua bisa berubah jika Pemerintah Pusat dengan gaya khas Presiden Prabowo Subianto benar-benar tegas memutus mata rantai istilah atensi terhadap calon khusus atau pengkondisian, tidak mengenal istilah pendamping atau bahkan jalur khusus sang pengantin.
Jika memang prediksi dalam pusaran pemerintah daerah tetap mulus sesuai rencana, maka tentu kedepan untuk jabatan Sekda tidak perlu lagi dilakukan Seleksi terbuka yang menelan biaya, langsung saja kondisikan siapa calon Sekda menduduki tahta.
Jika sebaliknya prediksi justru tidak benar, Apakah ini sinyal bahwa sang pendamping bisa menyalip pengantin di tikungan? Politik birokrasi tak ubahnya balapan jalan sempit, siapa yang paling siap, dia yang pasti melaju kencang.
Sementara itu di Lampung Timur, terdengar nama Ahmad Haryanto, Kepala DPMPTSP Tubaba, disebut-sebut ikut seleksi sebagai “pendamping sang pengantin”.
Meski belum diketahui siapa yang didampingi, tapi bisa jadi ia tengah bersiap tampil sebagai penantang serius. Analogi kasarnya, “Gajah siap Numbur!” dan itu tentu bukan isapan jempol belaka, jika jadi perhatian presiden. Apalagi presiden Prabowo punya rencana gembleng para Sekda dengan program ret ret ala militer.
Sementara yang diprediksi di Tubaba Ketika masa pensiun Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tubaba akan tiba pada Maret 2026, denyut nadi birokrasi dan dinamika politik daerah mulai bergetar.
Di bawah kendali Bupati Novriwan Jaya dan Wakil Bupati Nadirsyah, arus baru mulai mengalir di balik layar pemerintahan kedua sosok yang menang malawan kotak kosong dalam Pilkada Serentak tahun 2024.
Beberapa nama Pejabat Tubaba mulai jadi obrolan santai dengan suguhan kopi diruang-ruang pemerintahan Tubaba, diramal-ramal bakal menggantikan sosok sentral dalam pemerintahan yang saat ini tengah dijabat oleh Penjabat Sekda yaitu Perana Putera yang akan purna tugas beberapa bulan lagi.
Tentu bukan perkara sederhana, dalam sistem pemerintahan daerah. Sekretaris Daerah adalah “panglima administrasi”, sekaligus ujung tombak pelaksanaan teknis pemerintahan dan anggaran.
Tidak berlebihan bila posisi ini disebut sebagai orang nomor dua setelah bupati, dengan beban strategis yang menuntut ketelitian, keahlian manajerial, dan pemahaman politik yang mumpuni.
Dalam memimpin birokrasi Tubaba ke depan, publik dan elite pemerintahan bahkan berbagai stakeholder Tubaba mengharapkan sosok Sekda yang “CALAK” redaksi menerjemahkan dalam arti Cerdas, Anggun, Luwes, Aktif, dan Kreatif.
Tentu tidak cukup hanya mahir dalam regulasi dan administrasi, seorang Sekda mesti menjadi jembatan antara kepentingan pusat dan dinamika lokal yang khas.
Karakteristik sosial politik masyarakat Tubaba menuntut pemimpin birokrasi yang mampu berbaur, berdiplomasi, dan tentu saja berani mengambil keputusan tegas demi kemajuan daerah.
Maka, wajar jika publik, kalangan jurnalis dan pemerintahan mulai menyoroti nama-nama siapa yang bakal digadang-gadang akan ikut dalam pusaran seleksi Sekda, baik dari dalam maupun luar daerah Tubaba.
Aroma kontestasi mulai tercium sedikit menyengat dihidung, Enam bulan menjelang pensiun Perana Putera meninggalkan tahtanya sebagai Pj.Sekda Tubaba, sejumlah nama mulai jadi obrolan ke arena pertarungan kursi Sekda Tubaba yang sesungguhnya.
Sebut saja, nama Iwan Mursalin, Kepala Dinas PUPR Tubaba yang sudah lebih dari satu dekade menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur. Jejak pengabdiannya dikenal luas dan konsistensinya tak diragukan. Bisa jadi sosok Iwan Mursalin muncul sebagai “Gajah Tunggal” yang tengah digiring duduk di tahta.
Namun seperti medan laga yang sesungguhnya, bisa jadi juga ada “gajah-gajah diam” lain yang tengah menyusun strategi untuk bangkit melabrak tahta. Sebut saja nama Yudi Yansyah, Mirza Irawan juga punya peluang atau bahkan Rizal Irawan membawa bergening setelah ikut mencalonkan diri sebagai Sekda Mesuji untuk balik kandang di Tubaba, atau bahkan kejutan dari luar daerah yang siap mewarnai perebutan tahta Sekda Tubaba.
Semua cuma soal prediksi bisa saja terjadi jika pemerintah pusat ikut dalam pusaran atensi khusus…!
Apakah nama-nama yang muncul akan melenggang mulus? Ataukah akan ada sosok tak terduga yang justru merebut tahta meski telah ditata?
Seleksi terbuka Sekda bukan hanya soal siapa paling senior, siapa paling dekat dengan kekuasaan, atau siapa paling vokal di meja rapat. Tapi ini soal strategi, jejaring, kapasitas, dan momentum.
Maka, siapapun yang akan duduk di kursi Sekda Tubaba dan Sekda Kabupaten lainnya kelak, harus mampu mengemban peran sebagai stabilisator, inovator, dan katalisator pembangunan daerah.
Jika tidak, maka kursi Sekda hanya akan menjadi tempat singgah yang penuh formalitas, bukan motor perubahan birokrasi.
Ketika gajah-gajah mengejar tahta kursi Sekda mulai diam, justru di situlah perlu waspada. Diamnya mereka bukan berarti lemah, tapi tanda mereka sedang berpikir keras, menyusun strategi, membangun jejaring dan menunggu waktu untuk merubah arah.
Publik Tubaba layak tahu ,terutama kalangan jurnalis dalam proses ini, karena masa depan birokrasi bukan hanya ditentukan oleh elit politik, tapi juga oleh suara rakyat dan tulisan wartawan yang mengawasi dari kejauhan, mata dan telinga terpasang disela-sela kursi rapat tertutup.
Selamat merebut tahta Jabatan Sekda!





