Bupati Tubaba “Gaspol” ke Kemenhub, Bidik 6 Bus Sekolah hingga Wisata Susur Sungai

Foto: Bupati Tubaba Novriwan Jaya Bersama Kapolres Tubaba Himmawan, Audiens Ke Kemenhub.

Jakarta, Juangpost.com — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat sektor transportasi sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan pariwisata berbasis sungai.

Upaya itu dilakukan Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya, S.P. saat melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Suntana, di Ruang Rapat Wakil Menteri Perhubungan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Novriwan membawa sejumlah kebutuhan strategis daerah, mulai dari tambahan enam unit bus sekolah, skylift untuk pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU), perlengkapan keselamatan lalu lintas, hingga pembangunan halte sungai untuk mendukung pengembangan wisata susur sungai.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., serta Kepala Dinas Perhubungan Tubaba Ahmad Zulkifly, S.Sos., M.T. Kehadiran jajaran tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi antara Pemkab Tubaba dan Kementerian Perhubungan dalam menjawab kebutuhan transportasi masyarakat.

Bupati Novriwan mengatakan, meski Tubaba merupakan daerah yang relatif baru, aktivitas masyarakat terus berkembang. Kondisi tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya mobilitas dan volume kendaraan, terutama saat libur panjang dan momentum Tahun Baru.

Karena itu, menurutnya, penguatan sarana, prasarana, serta manajemen keselamatan transportasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

“Pemerintah Kabupaten Tubaba terus berupaya menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib dan mendukung mobilitas masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana transportasi di daerah,” ujar Novriwan.

Salah satu usulan yang menjadi perhatian Pemkab Tubaba adalah penambahan enam unit bus sekolah.

Bantuan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses transportasi bagi pelajar sekaligus menekan penggunaan sepeda motor oleh anak-anak sekolah, khususnya mereka yang harus menempuh perjalanan cukup jauh.

Sebelumnya, Tubaba telah menerima hibah satu unit bus sekolah dari Kementerian Perhubungan pada Februari 2026.

Namun, kebutuhan transportasi pelajar di daerah dinilai masih cukup besar sehingga Pemkab Tubaba kembali mengusulkan tambahan armada.

Kementerian Perhubungan menjelaskan, bantuan bus sekolah secara nasional pada 2026 memang masih terbatas. Tahun ini hanya tersedia 100 unit bus sekolah yang dialokasikan untuk kabupaten/kota.

Tak hanya soal transportasi darat, Pemkab Tubaba juga membawa gagasan yang lebih besar: mengembangkan transportasi sungai sekaligus menjadikannya bagian dari destinasi wisata daerah.

Tubaba memiliki dua sungai besar yang masih dimanfaatkan masyarakat, yakni Sungai Tulang Bawang dan Sungai Way Kiri.

Potensi tersebut ingin dikembangkan menjadi wisata susur sungai yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga membuka peluang penguatan konektivitas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sungai.

Salah satu infrastruktur yang diusulkan adalah pembangunan halte sungai sebagai titik pendukung transportasi sekaligus wisata susur sungai.

Program tersebut sebelumnya telah mendapat respons positif dari masyarakat Tubaba maupun pengunjung dari luar daerah. Namun, pelaksanaannya pada 2026 terkendala kebijakan efisiensi anggaran.

Pemkab Tubaba pun berharap program tersebut dapat kembali masuk dalam perencanaan dan memperoleh dukungan pada tahun anggaran 2027.

Menanggapi usulan tersebut, Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung proses perubahan kewenangan penyelenggaraan Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) dari lingkup perhubungan darat ke perhubungan laut.

Perubahan kewenangan itu membuat pembangunan halte sungai di Tubaba membutuhkan koordinasi lebih lanjut.

Kementerian Perhubungan menjelaskan, anggaran yang sebelumnya berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat perlu dikoordinasikan agar dapat dialihkan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Dengan demikian, usulan pembangunan halte sungai Tubaba tetap memiliki peluang untuk diakomodasi dalam program berikutnya.

Selain transportasi sekolah dan sungai, Pemkab Tubaba juga menyampaikan kebutuhan perlengkapan keselamatan lalu lintas serta PJU di sejumlah wilayah yang masih minim penerangan.

Untuk kebutuhan skylift, Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa pengadaan peralatan tersebut berada pada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD). Pemkab Tubaba dapat berkoordinasi dengan BPTD Provinsi Lampung apabila terdapat kebutuhan pemeliharaan maupun perbaikan PJU yang membutuhkan skylift.

Sementara itu, pemenuhan fasilitas perlengkapan jalan pada ruas jalan nasional di Provinsi Lampung terus dilakukan secara bertahap.

Dalam periode 2021–2026, sejumlah fasilitas perlengkapan jalan telah dipenuhi di wilayah Tubaba. Pada 2024, beberapa perlengkapan jalan juga telah dipasang di ruas menuju Objek Wisata Lasengok dan Taman Kura-Kura.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan, S.SiT., M.T., Direktur Angkutan Jalan Dr. Muiz Thohir, S.T., M.T., serta perwakilan Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan.

Pertemuan tersebut menjadi langkah Pemkab Tubaba untuk memperkuat konektivitas dan keselamatan transportasi sekaligus mendorong potensi sungai menjadi wajah baru pariwisata daerah.

Jika terealisasi, pembangunan halte sungai dan pengembangan wisata susur Sungai Tulang Bawang serta Way Kiri bukan hanya menambah pilihan destinasi wisata, tetapi juga berpotensi membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat Tubaba.

Penulis: FiqihEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *