Juangpost.com, Banjarmasin – Atlet biliar ganda bola sembilan asal Lampung, Adi Kurniawan dan Syahroni Yusuf, berhasil membawa pulang medali perunggu usai langkah mereka terhenti di babak semifinal oleh tim dari Provinsi Bali pada pertandingan biliar Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) yang digelar Kamis (22/8/2024).
Penanggung jawab tim biliar Lampung, Evicko Guantara, mengungkapkan bahwa pertandingan yang dilalui Adi Kurniawan dan Syahroni Yusuf di babak semifinal sangat menegangkan.
“Kemarin (Kamis, Red), sebelum memasuki semifinal melawan Bali, Adi Kurniawan dan Syahroni Yusuf terlebih dahulu menghadapi tim biliar Provinsi DI Yogyakarta, yakni Sugiarto SIP dan Ibnu Taufik Juariawanto, dalam kategori ganda bola sembilan. Yogyakarta berhasil kami kalahkan dengan skor telak 4-0.” ujar Vicko saat ditemui di Master Billiard.
Pada babak kedua, Lampung kembali menunjukkan dominasinya dengan menaklukkan tim Sumatera Selatan dengan skor 4-0, dan melanjutkan tren positif tersebut dengan mengalahkan Kalimantan Tengah dengan skor serupa.
Namun, dibabak semifinal, Bali menjadi tantangan berat bagi tim Lampung. Pertandingan berlangsung sengit hingga akhirnya Bali berhasil menghentikan langkah Lampung dengan skor tipis 5-3, membuat Adi Kurniawan dan Syahroni Yusuf harus puas dengan medali perunggu.
Evicko Guantara menambahkan bahwa usaha yang dilakukan para atlet di meja biliar sangat luar biasa untuk meraih medali dan mengharumkan nama Lampung.
“Sebagai penanggung jawab cabang olahraga biliar, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Adi dan Syahroni yang telah meraih medali perunggu. Tidak mudah untuk mencapainya,” tuturnya.
Di sisi lain, turnamen biliar di PORWANAS masih berlanjut dengan pertandingan kategori tunggal bola delapan, di mana atlet Lampung, Furkon Ari, berhadapan dengan Muhammad Mustaqim dari Jawa Timur. Dalam pertandingan tersebut, Furkon berhasil membuat Mustaqim gugur dari turnamen.
“Kita tunggu kabar selanjutnya di kategori tunggal bola delapan ini. Semoga Lampung kembali meraih medali,” pungkas Evicko.






