LAMPUNG,JUANGPOST.COM -Viral di chanel youtube “Cepden”, keluarga Musa yang memiliki nama asli Januar Syahri seorang Jaksa, kini bertemu keluarga kembali dalam kondisi gangguan jiwa.
Diceritakan Sarunil (71) setelah tujuh tahun tidak bertemu anak kandungnya Januar Syahri, pada 5 Desember 2023, Januar berhasil dievakuasi pemilik akun Youtube “Cepden”, bersama Kemensos RI melalui sentra terpadu pengudi luhur Kota Bekasi bersama Kepolisian setempat, ke RSJ DR.H. Marzoeki Mahdi Kabupaten Bogor.
Sarunil ayah kandung Januar Syahri alias Musa, tinggal Tahala Dungkul, Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, membenarkan bahwa keluarga sedang mengurus pengobatan Januar yang sedang dirawat.
“Saya Ayah kandung Januar Syahri,S.H. mengetahui bahwa Januar masih berstatus sebagai Jaksa fungsional pada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat,” kata Sarunil yang ditemani cucunya bernama Rian Darma Putra, Jum’at (15/12/2023)
Diceritakan Sarunil, Januar Syahri, sebelum bertugas di Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat pada tahun 2014, bertugas di Kejaksaan Negeri Baturaja Provinsi Sumatera Selatan.
“Sekitar tahun 2015 dan 2016 setelah pindah tugas di Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Jawa Barat, keluarga di Lampung mendengar kabar langsung dari Januar Syahri, bahwa dirinya mengalami keretakan hubungan rumah tangga, yang kemudian istrinya meninggalkan Januar Syahri dengan membawa anak kandung tunggalnya pulang ke rumah orang tua istrinya di daerah Cirebon Jawa Barat.” kata Sarunil
Saat itu dikabarkan Januar Syahri, kepada Sarunil, bahwa selama ditinggalkan istri, antara tahun 2015 – 2016 mencoba untuk tetap memperbaiki hubungan rumah tangganya, tetapi tidak berhasil.
“Justru selama keretakan hubungan rumah tangga, Januar Syahri tidak pernah punya kesempatan untuk dapat bertemu dengan anak kandung atau putra tungalnya.” kata Sarunil
Cerita Sarunil, dari komunikasi terakhir Januar sekira pertengahan 2016, Januar Syahri sudah menunjukkan gelagat seperti orang depresi dengan berbicara melantur dan kebingungan terkait kehidupannya.
“Setelah itu saya sempat kehilangan komunikasi dengan Januar dari pertengahan 2016 hinga awal tahun 2017, tetapi saya mendengar cerita dari anak kandung tungalnya, bahwa Januar berada diseputar daerah Tegalwangi Cirebon Jawa Barat dengan kondisi tampak seperti orang kebingungunan, sering merenung dan pulang pergi naik Bus tidak tahu tujuannya, saat itu putra sulungnya telah berusia antara 10 atau 11 Tahun,” kata Sarunil
Lebih jelas lagi kata Sarunil, sekitar awal tahun 2017 Januar Syahri dikabarkan oleh keluarga di Desa Kesambirata Kecamatan Pengandonan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan, telah pulang kampung di desa kelahiran Januar dan berada di desa tersebut, dalam kondisi yang tidak wajar seperti mengalami gangguan kejiwaan.
“Mendengar kabar itu saya langsung mendatangi desa tersebut untuk melihat kondisinya dan berupaya melakukan pengobatan,” kata Sarunil
Lanjutnya, beberapa bulan kemudian atau sekitar pertengahan tahun 2017, dari Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Jawa Barat, menanyakan keberadaan Januar Syahri kepada keluarga, kemudian disampaikan informasi bahwa kondisi Januar Syahri tengah mengalami sakit depresi.
“Beberapa bulan kemudian setelah Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Jawa Barat, menanyakan keberadaan Januar Syahri kepada saya, yang saya lupa waktunya dan masih pada tahun 2017, Januar Syahri dalam kondisi depresi atau mengalami gangguan kejiwaan, kemudian menghilang dari desa Kesambirata.” kata Sarunil
Semua keluarga kata Sarunil, berupaya mencari keberadaannya disemua daerah mulai dari wilayah Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan hingga daerah keluarga di Lampung, juga tidak ditemukan.
“Serkitar akhir tahun 2018, Januar Syahri dikabarkan oleh keluarga istrinya, tengah berada di Kota Cirebon, dalam kondisi gangguan kejiwaan.” kata Sarunil
Mendengar kabar tersebut ayah kandung Januar itu bersama keluarga dari Lampung berangkat ke Cirebon untuk menjemputnya dan dibawa pulang ke Lampung.
“Sehari tiba di Lampung pada awal Januari Tahun 2019 tepatnya pada Tahun Baru 1 Januari 2019, Januar Syahri, mengalami gangguan kejiwaan hebat dan berontak hingga keluarga kewalahan tidak terkendali, Januar melarikan diri dan menghilang kembali sampai keluarga kehilangan jejak dan informasi keberadaannya.” kata Sarunil
Sambil nguatkan ingatan kakek berusia 71 tersebut, pada tahun 2021 sekitar bulan April, keluarga dari Lampung kembali mendapatkan informasi bahkan dari Putra tunggalnya bahwa Januar Syahri dalam konsdisi sakit kejiwaan, tengah berada di Cirebon kembali.
“Kemudian diwaktu yang sama saat keluarga kembali akan menjemput untuk dirawat di Lampung, beberapa hari kemudian dikabarkan keluarga mantan istri Januar, telah kehilangan jejak dan informasi atas keberadaan Januar Syahri di Cirebon, sehingga. kami mengurungkan niat untuk menjemputnya dan juga faktor ekonomi,” ungkapnya
Kemudian diceritakan Rian Darma Putra cucu Sarunil, setelah dua tahun sejak April 2021, Keluarga menemukan informasi melalui kanal Youtube “Cepden” pada bulan November 2023, ada ODGJ jaksa bernama Musa yang mirip dengan pamannya, terlantar di wilayah Cikampek.
“Mengetahui Musa itu adalah paman, kami keluarga langsung menghubungi pemilik Youtube dan meminta bantuan pemilik akun Youtube “Cepden”, Kemensos RI melalui sentra terpadu pengudi luhur Kota Bekasi, dan Kepolisian setempat, untuk mengevaluasinya,” kata Rian
Dikatakan Rian, pada tanggal 5 Desember 2023 lalu yang Januar alias Musa berhasil dievakuasi dan dibawa menuju Rumah Sakit DR.H. Marzoeki Mahdi Kabupaten Bogor, dan hingga saat ini sedang dalam proses penyembuhan.
“Untuk proses penyembuhan, dan tidak adanya identitas atau dokumen kependudukan Januar Syahri, atas izin keluarga saya telah memperbaharui dan melalukan pemindahan dokumen kependudukan atau identitas yang bersangkutan dengan menerbitkan KTP dan KK melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, dengan berdomisili ditempat saya Tiyuh Panaragan Jaya Indah,” kata Rian
Lanjutnya, baru dievakuasinya Januar di Rumah Sakit Jiwa DR.H. Marzoeki Mahdi Kabupaten Bogor pada 5 Desember 2023, diakuinya keluarga terus memantau perkembangan kesehatan yang bersangkutan dan akan turut melaporkan perkembangnnya setiap tiga bulan terhitung sejak surat pernyataan ini kepada Kejaksaan Negeri Kota Cirebon, Kajati Jabar hingga Kejaksaan Agung.
“Om Januar itu kalau diajak ngobrol saat kondisi lagi tenang dan nyaman, dia akan bercerita dengan ingatan yang jelas. Dia sholat dari masjid ke masjid seperti orang normal. Baru Desember 2023 ini bisa dapat penangan medis di RSJ dr.H. Marzoeki Mahdi Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan bisa kembali pulih.” kata Rian.
Laporan : acp/dp






