Warga Daya Murni Tolak Karaoke Dekat Masjid dan Sekolah, Ancam Gelar Demo Besar-besaran

Dokumentasi Demo Penolakan Karouke oleh para santri Dayamurni.

Tulang Bawang Barat- Juangpost.com, Penolakan keras terhadap keberadaan tempat hiburan malam berupa karaoke mencuat di Lingkungan 5, Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Warga menilai lokasi tempat hiburan tersebut sangat tidak layak karena berdekatan langsung dengan yayasan pendidikan Islam, sekolah, dan masjid.

Aksi penolakan digelar warga bersama para santri pada Minggu, (20/7/2025), sore sekitar pukul 16.00 WIB, usai salat Ashar. Mereka turun ke jalan dan memasang spanduk penolakan di beberapa titik sebagai bentuk protes atas dugaan operasional diam-diam karaoke tersebut.

Sebelumnya, warga telah menyatakan penolakan secara lisan maupun dalam pertemuan lingkungan. Namun, karena muncul kabar bahwa tempat hiburan itu masih beroperasi secara terselubung, kemarahan warga pun memuncak. Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran jika pemerintah tak segera mengambil tindakan tegas.

Tokoh masyarakat setempat yang juga anggota DPRD Tubaba, Arif Nurohman, menyatakan bahwa penolakan warga bukan hal baru.

“Kami sudah menolak sejak awal. Tapi sekarang muncul kabar tempat itu buka secara sembunyi-sembunyi. Ini yang memicu warga bergerak lagi,” ujarnya saat dihubungi Minggu malam.

Arif menyatakan dukungan penuh kepada warga dan mendorong pemerintah daerah untuk meninjau ulang izin tempat hiburan, khususnya yang berada di kawasan pemukiman, pendidikan, dan keagamaan.

“Kami mendesak agar Pemkab Tubaba menindak tegas tempat hiburan yang izinnya tidak sesuai peruntukan. Jangan sampai ada manipulasi data lingkungan untuk meloloskan izin,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Daya Murni, Ali Basyah, menegaskan bahwa hingga kini tempat karaoke tersebut belum memiliki izin resmi.

“Kami sudah memanggil pihak pengusaha dan masyarakat, tapi mediasi tidak membuahkan hasil karena warga tetap menolak. Selama belum ada izin dan penolakan terus terjadi, saya yakin tempat itu tidak akan berani buka,” ujarnya.

Terkait adanya aksi warga di jalan dan pemasangan spanduk, lurah mengaku belum mendapat laporan resmi dan menduga video yang beredar merupakan dokumentasi lama.

“Tapi jika ada izin keluar tanpa persetujuan warga sekitar, itu jelas manipulasi data. Kami minta pihak berwenang mengusut,” tambahnya.

Penolakan warga ini menjadi sorotan publik karena menyangkut sensitivitas lokasi tempat hiburan malam yang berada di dekat sarana pendidikan dan tempat ibadah. Masyarakat khawatir akan dampak sosial dan moral yang ditimbulkan, terlebih terhadap generasi muda dan kegiatan keagamaan di lingkungan mereka.

Penulis: FiqihEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *