
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi penanaman modal hingga Triwulan III Tahun 2025 menembus angka Rp 218,64 miliar, atau 208,23 persen dari target tahunan sebesar Rp 105 miliar.
Capaian fantastis ini dihimpun melalui penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) oleh para pelaku usaha di wilayah setempat.
Kepala DPMPTSP Tubaba, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., menjelaskan bahwa laporan LKPM merupakan kewajiban rutin bagi pelaku usaha untuk melaporkan perkembangan kegiatan investasinya, baik secara triwulan maupun semesteran.
“Pelaporan LKPM ini wajib dilakukan oleh seluruh pelaku usaha, baik UMK maupun non-UMK. Tujuannya agar pemerintah memiliki data investasi yang akurat serta dapat melakukan pembinaan dan evaluasi,” ujarnya kepada media Juangpost, pada, Senin, (27/10/2025).
Ia merinci, capaian investasi di Tubaba meningkat signifikan dari waktu ke waktu. Pada Triwulan I, realisasi mencapai Rp 59,64 miliar (56,8%), naik menjadi Rp 107,59 miliar (102,47%) di Triwulan II, dan melonjak tajam di Triwulan III menjadi Rp 218,64 miliar (208,23%).
Sektor Unggulan Penyumbang Investasi terdiri dari Lima sektor utama yang menjadi motor penggerak investasi di Tubaba sepanjang tahun 2025, yakni,
Industri makanan sebesar Rp 164,88 miliar, perdagangan dan reparasi Rp 29,81 miliar,
jasa dan lainnya Rp 11,51 miliar, tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 8,58 miliar, dan terakhir Industri kayu mencapai Rp 3,44 miliar.
Selain itu, sektor konstruksi, hotel dan restoran, serta transportasi dan telekomunikasi juga turut memberikan kontribusi.
Selanjutnya, langkah Strategis DPMPTSP Tubaba
dalam capai keberhasilan investasi ini adalah dengan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha.
“Kami selalu berupaya dengan aktif menyebarkan imbauan pelaporan LKPM melalui berbagai kanal media sosial, kedua kami mengirimkan surat himbauan langsung kepada pelaku usaha, ketiga kami juga melaksanakan klinik dan pendampingan LKPM secara daring maupun luring selama periode pelaporan,” Katanya.
Menurutnya, dengan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh investor dan pelaku usaha yang telah aktif melaporkan kegiatan penanaman modalnya. Ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Tubaba semakin kondusif.
“Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik dan menarik lebih banyak investor agar berinvestasi di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai,” imbuhnya.





