
TUBABA, Juangpost.com — Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung. Sebanyak 491 rumah warga mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian menjadi lebih layak dan nyaman.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Tubaba, Barmawi, S.E., M.M., mengatakan ratusan rumah tersebut tersebar di sejumlah tiyuh/desa dan kelurahan di sembilan kecamatan.
Program BSPS tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah.
“Untuk tahun 2026, Alhamdulillah Kabupaten Tubaba mendapatkan alokasi 491 unit BSPS. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kualitas rumahnya menjadi lebih layak,” kata Barmawi, didampingi Kepala Bidang Pembangunan, Pemeliharaan, dan Pengelolaan Perumahan Permukiman, Ir. Ali Zainal Abidin, S.T., Jumat (18/09/2026).
Dari total 491 unit tersebut, sebanyak 198 unit merupakan BSPS reguler, sedangkan 293 unit berasal dari aspirasi.
Seluruh bantuan bersumber dari APBN melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Tahun Anggaran 2026.
Setiap penerima mendapatkan bantuan senilai Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi peningkatan kualitas rumah penerima melalui mekanisme pembangunan secara swadaya.
Barmawi menjelaskan, penetapan penerima dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi, pendataan, pengusulan, verifikasi calon penerima, finalisasi data, persiapan material, penetapan penerima hingga pelaksanaan pembangunan fisik.
Dari 523 unit yang semula diusulkan, informasi awal menyebutkan sebanyak 431 penerima akan menjadi sasaran. Namun, setelah melalui proses verifikasi, sebanyak 491 unit dinyatakan memenuhi ketentuan dan dapat direalisasikan.
Sementara sebagian calon penerima lainnya belum dapat dilanjutkan karena belum memenuhi persyaratan, salah satunya berkaitan dengan kesiapan swadaya.
“Verifikasi dilakukan untuk memastikan penerima bantuan sesuai ketentuan program dan memiliki kesiapan dalam melaksanakan pembangunan atau peningkatan kualitas rumah secara swadaya,” jelas Barmawi.
Saat ini, pembangunan fisik rumah penerima BSPS telah mulai berjalan di lapangan. Pengerjaan rata-rata dimulai sejak awal September 2026 dan ditargetkan seluruh rumah penerima manfaat selesai hingga akhir tahun.
Pelaksanaan pembangunan memang mengalami penyesuaian dari jadwal awal yang direncanakan mulai Mei–Juni 2026. Namun, setelah seluruh tahapan administrasi dan persiapan program diselesaikan, pembangunan akhirnya dapat dimulai pada September.
Untuk kebutuhan material, penyediaan dilakukan sesuai mekanisme program. Pemilihan toko penyedia bahan bangunan dilakukan melalui sistem di tingkat Provinsi Lampung.
Setiap toko penyedia maksimal melayani kebutuhan material untuk 50 unit rumah.
“Prioritas diberikan kepada toko penyedia yang berada di wilayah tiyuh atau kecamatan setempat. Kalau tidak ada yang memenuhi persyaratan, penyedia material bisa berasal dari luar wilayah,” ujarnya.
Ketentuan tersebut diterapkan agar distribusi material berjalan sesuai mekanisme sekaligus memudahkan penerima memperoleh bahan bangunan yang dibutuhkan.
Sebaran penerima BSPS cukup luas. Di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, penerima antara lain berada di Candra Mukti 9 unit, Candra Kencana 23 unit, Candra Jaya 29 unit, Panaragan 57 unit, Menggala Mas 9 unit, Bandar Dewa 16 unit, Penumangan Baru 22 unit, Marga Asri 12 unit, Mulya Asri 1 unit, Panaragan Jaya 39 unit, dan Penumangan 23 unit.
Di Kecamatan Tulang Bawang Udik, penerima tersebar di Marga Kencana 53 unit, Gading Kencana 26 unit, Karta Raharja 10 unit, serta Kagungan Ratu 10 unit.
Kemudian Kecamatan Tumijajar mencakup Margo Mulyo dan Makarti masing-masing 9 unit.
Di Kecamatan Gunung Terang, penerima berada di Toto Mulyo 16 unit, Mulyo Jadi 10 unit, dan Keagungan Jaya 3 unit.
Sementara Kecamatan Batu Putih mencakup Margodadi 14 unit, Margo Mulya 9 unit, Mulyo Sari 10 unit, Sido Makmur 10 unit, Toto Katon 11 unit, Toto Wonodadi 10 unit, dan Toto Makmur 8 unit.
Program tersebut juga menjangkau Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang sebanyak 10 unit, Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung sebanyak 20 unit, serta Sido Agung, Kecamatan Way Kenanga sebanyak 2 unit.
Meski 491 rumah mendapat bantuan tahun ini, pekerjaan pemerintah dalam menangani rumah tidak layak huni (RTLH) di Tubaba masih cukup panjang.
Data Dinas Perkimta mencatat masih terdapat 3.682 unit RTLH hingga 2026 yang tersebar di sembilan kecamatan.
Barmawi mengatakan penanganan RTLH dilakukan secara bertahap. Data tersebut juga bersifat dinamis karena terus diperbarui, sementara alokasi program dan anggaran masih terbatas serta kondisi rumah masyarakat dapat berubah dari waktu ke waktu.
“BSPS menjadi salah satu instrumen penting dalam penanganan RTLH secara bertahap. Harapannya, semakin banyak rumah masyarakat yang dapat ditingkatkan kualitasnya,” harapnya.
Bagi masyarakat penerima, bantuan BSPS menjadi angin segar untuk memperbaiki rumah yang selama ini membutuhkan pembenahan.
Salah satu penerima bantuan mengaku bersyukur karena program tersebut membantu meringankan biaya perbaikan rumah dan meningkatkan kenyamanan tempat tinggal keluarganya.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Bantuan seperti ini sangat membantu masyarakat yang ingin memperbaiki rumah agar lebih layak, semoga ke depannya bantuan BSPS dapat terus bergulir ke masyarakat yang membutuhkan,” tutur warga penerima bantuan.





