Kapolsek Natar Lepas 110 Jamaah Suluk Fijawat TNIAAMBB Lampung Tahun 2026

Foto : Ketua DPW TNIAAMBB Provinsi Lampung, Okta Sepupu.S.E. Dok/FiqihJP.

LAMSEL, JUANGPOST.COM — Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo, S.H., memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Suluk Fijawat Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia Amirul Aulia Mursyidinal Balai Butari (TNIAAMBB) Provinsi Lampung Tahun 2026. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan pelepasan langsung 110 peserta suluk asal Lampung.

Prosesi pelepasan dilaksanakan secara simbolis digelar di Mapolsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimcam Natar serta jajaran pengurus DPW TNIAAMBB Provinsi Lampung sebagai bentuk sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah setempat.

Sebanyak 110 peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung akan mengikuti Suluk Fijawat yang dipusatkan di Desa Rantau Sialang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Jumlah tersebut menjadikan Lampung sebagai penyumbang peserta terbesar secara nasional.

Kegiatan suluk tersebut akan dilaksanakan selama 10 hari 11 malam, dimulai dari 3 Ramadhan sampai dengan selesai, dan dibagi menjadi dua gelombang, suluk ini merupakan kegiatan rutin tahunan Thoriqoh Naqsyabandiyah Indonesia setiap bulan suci ramadhan, sebagai bentuk amalan wajib meningkatkan kesucian diri.

Camat Kecamatan Natar, Eko Irawan, dalam sambutannya berpesan agar seluruh jamaah turut mendoakan kebaikan bangsa dan negara selama menjalani suluk. Ia berharap para peserta diberikan kelancaran dan keberkahan dalam setiap rangkaian ibadah yang dijalankan.

“Semoga para jamaah dapat menjadi contoh di tengah masyarakat dalam pembinaan adab spiritual serta menjaga keharmonisan antarumat beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Natar AKP Setio Budi Howo menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi visi serta misi TNIAAMBB yang berfokus pada pembimbingan qolbu jamaah melalui dzikir dan pembinaan ruhani.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini perlu terus diperkuat, bahkan ke depan diharapkan dapat digelar pengajian akbar sebagai sarana pembinaan hati dan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

Dilain kesempatan, Ketua DPW TNIAAMBB Provinsi Lampung, Okta Sepupu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada unsur Forkopimcam Natar atas dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah dalam melaksanakan kegiatan apapun dalam pengajian.

“Suluk Fijawat Tahun 2026 ini mengusung tema, “Dengan Kholwat fijawat Kita Penuhi Panggilan Suci.” jelasnya, saat dikonfirmasi media, Minggu (22/2/2026).

Tema tersebut mengandung makna bahwa suluk merupakan perjalanan ibadah yang harus ditempuh dengan kesucian lahir dan batin sebagai upaya mendekatkan diri kepada Sang Ilahi Rabbi.

Melalui kegiatan ini, TNIAAMBB Provinsi Lampung berharap terjalin koordinasi yang berkelanjutan dengan unsur pemerintah guna menciptakan ketertiban, memperkuat keharmonisan antarumat beragama, serta mendukung terwujudnya Indonesia yang emas dan bermartabat di kancah internasional, bahkan menjadi pusat peradaban dzikir dunia.

Penulis: Fiqih Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *