
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperluas jangkauan layanan administrasi kependudukan. Melalui program layanan jemput bola perekaman E-KTP dan dokumen kependudukan, Disdukcapil turun langsung ke sekolah-sekolah dan tiyuh untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini dimulai pada, Selasa, (8/10/2025), di SMKN 1 Tulang Bawang Tengah (TBT) dan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan. Antusiasme pelajar sangat tinggi, terutama mereka yang telah berusia 16 tahun ke atas dan siap melakukan perekaman E-KTP untuk pertama kalinya.
Program jemput bola ini tidak hanya dilakukan di SMKN 1 TBT, tetapi juga telah menyasar sejumlah sekolah lainnya, yakni SMAN 1, 2, dan 3 Tumijajar, serta SMAN 1, 2, dan 3 Tulang Bawang Tengah. Upaya ini bertujuan mempercepat kepemilikan dokumen kependudukan bagi para pelajar sejak dini, sehingga ketika memasuki usia 17 tahun, mereka sudah memiliki KTP Elektronik secara resmi.
Selain menyasar sekolah, Disdukcapil juga turun langsung ke masyarakat melalui balai tiyuh. Adapun Tiyuh yang telah dikunjungi meliputi Mekar Asri, Marga Asri, Candra Kencana, Candra Mukti, Mulya Jaya di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, serta Margodadi di Kecamatan Tumijajar. Kehadiran layanan ini disambut positif oleh masyarakat yang tidak lagi harus datang ke kantor Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan.
Kepala Disdukcapil Tubaba, Mansyur Yusuf, S.E. M.M, menjelaskan bahwa kegiatan jemput bola merupakan bentuk nyata pelayanan prima pemerintah daerah.
“Kami tidak hanya fokus pada sekolah tertentu saja, tetapi juga menyasar SLTA lainnya, pondok pesantren, madrasah aliyah, hingga balai tiyuh di berbagai wilayah Tubaba. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan kepemilikan dokumen kependudukan bagi generasi muda,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, pada, Jum’at, (10/10/2025).
Mansyur juga mengimbau seluruh kepalo tiyuh dan pihak sekolah untuk aktif melaporkan data pelajar berusia 16 tahun ke atas, agar petugas dapat menjadwalkan kegiatan perekaman langsung di lokasi masing-masing.
Tak hanya pelajar, program ini juga menyentuh kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lansia, orang sakit, dan warga yang kesulitan datang ke kantor pelayanan. Masyarakat dapat melaporkan melalui aparatur Tiyuh setempat atau langsung ke Disdukcapil, dan petugas akan mendatangi lokasi warga.
“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan kemudahan dan memenuhi hak setiap warga negara. Program ini juga mendukung terwujudnya Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA),” imbuhnya.
Dengan adanya program jemput bola ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat Tubaba memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah, sehingga lebih mudah dalam mengakses berbagai layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga bantuan sosial.





