
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran, Erwin, saat menjelaskan peran strategis Damkar dalam meminimalisir risiko kebakaran.
Erwin menegaskan bahwa Damkar memiliki dua fungsi utama, yakni bidang pencegahan serta bidang pemadaman dan evakuasi. Pada aspek pencegahan, Damkar aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sejak usia dini, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga tingkat SMA.
“Dalam bidang pencegahan, kami memberikan materi tentang tugas pokok dan fungsi Damkar, serta praktik pemadaman api sebagai bentuk pertolongan pertama apabila terjadi kebakaran,” ujarnya, kepada media diruang kerjanya, Kamis (5/2/2026).
Menurut Erwin, Damkar Tubaba membuka diri untuk menerima kunjungan edukatif dari sekolah maupun melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah.
“Beberapa sekolah seperti SMAN 1 Tulang Bawang Tengah dan SMAN 2 Tulang Bawang Udik telah kita sosialisasikan terkait pencegahan dini kebakaran,” katanya.
Selain itu, Damkar juga mengajak masyarakat untuk memahami kondisi geografis wilayah dan jarak tempuh armada pemadam apabila terjadi kebakaran. Meski demikian, Erwin memastikan bahwa setiap laporan kejadian akan segera ditindaklanjuti oleh petugas sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki.
“Damkar tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan evakuasi, seperti penanganan sarang tawon, ular, dan kejadian non-kebakaran lainnya. Intinya, Damkar itu serba bisa,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Pemadam Kebakaran merupakan salah satu unsur pendukung dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM). Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Tubaba, Chery, melalui bagian terkait, guna mendorong sosialisasi pencegahan kebakaran di tingkat SD dan SMP agar dapat masuk dalam program sekolah.
“Kami berharap Dinas Pendidikan dapat memfasilitasi serta menyurati sekolah-sekolah di bawah naungannya agar kegiatan sosialisasi pencegahan dini kebakaran bisa berjalan lebih terstruktur,” harapnya.
Saat ini, Damkar Tubaba memiliki total empat unit mobil pemadam kebakaran yang tersebar di empat pos, yakni satu unit di Pos di Lambu Kibang, satu unit di Pos Pemda, dan dua unit di Pos Damkar Tiyuh Candra Mukti.
Sebagai langkah lanjutan, Damkar Tubaba juga tengah menyusun Peraturan Bupati yang mengatur kewajiban perusahaan dan pelaku usaha berskala besar, terutama yang memiliki risiko kebakaran tinggi, untuk menyediakan peralatan standar seperti APAR dan hidran sebagai bagian dari pencegahan dini dan alat pertolongan pertama kebakaran.





