Bupati Tubaba Dampingi Wagub Lampung Tinjau Jalan Strategis Tubaba, Rp38,5 Miliar Digelontorkan untuk Preservasi di 2026

Foto: Peninjauan Wagub Lampung dan Bupati Tubaba dijalan Strategis Tubaba. Dok : Fiqih/JP.

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com— Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., mendampingi Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, dalam peninjauan kegiatan preservasi jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Tubaba, agenda itu menunjukkan pemerintah selalu hadir berupaya dan merealisasikan komitmennya sebagai penopang infrastruktur secara nyata di masyarakat.

Acara yang berlangsung di ruas jalan Tiyuh Murni Jaya, Kecamatan Tumijajar, Selasa (28/04/2026). Turut dihadiri jajaran Forkopimda Tubaba, organisasi perangkat daerah (OPD), Dinas BMBK Provinsi Lampung, jajaran Pemprov Lampung, serta puluhan masyarakat yang ikut memantau acara tersebut.

Peninjauan itu difokuskan pada ruas-ruas jalan strategis di Provinsi Lampung, salah satunya jalur Daya Murni–Gunung Batin yang selama ini menjadi akses vital penghubung antar wilayah dan penopang aktivitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan konektivitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pedesaan.

“Pada tahun Anggaran 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp38,5 miliar untuk pembangunan jalan di Kabupaten Tubaba. Dan pembangunan ini dilakukan secara bertahap serta berkelanjutan sesuai skala prioritasnya,” ujar Jihan.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik semata, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci sukses pembangunan infrastruktur yang ada didaerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan jalan tidak hanya diukur dari tingkat kemantapan jalan, tetapi juga dari efisiensi waktu pengerjaan yang ditempuh.

“Jalan yang baik bukan hanya yang mantap secara fisik, tetapi juga mampu mempercepat waktu tempuh. Karena itu, strategi kami adalah memperbaiki kondisi jalan terlebih dahulu, kemudian meningkatkan kapasitas melalui pelebaran,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat tujuh ruas jalan provinsi di Kabupaten Tubaba dengan total panjang sekitar 130 kilometer. Namun, tingkat kemantapan jalan masih berada di kisaran 65 persen, lebih rendah dibandingkan Kabupaten Lampung Tengah yang sudah mencapai di atas 80 persen.

Menurutnya, tantangan terbesar berada di wilayah timur Tubaba, khususnya ruas jalan yang menghubungkan daerah tersebut dengan Kabupaten Way Kanan. Jalur itu memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta perputaran ekonomi antarwilayah.

Di sisi lain, Bupati Tubaba Novriwan Jaya menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kontribusi Pemerintah Provinsi Lampung. Pembangunan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, Novriwan juga menyampaikan sejumlah masukan terkait penanganan kerusakan jalan yang bersifat titik atau spot. Ia mencontohkan beberapa lokasi seperti kawasan Pasar Mulya Asri yang membutuhkan penanganan lebih maksimal dengan konstruksi jalan yang lebih kuat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur, mengingat masih ada sejumlah wilayah di Tubaba yang kondisi jalannya belum memadai. Karena itu, ia berharap dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Lampung dapat terus ditingkatkan.

Bupati juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan, tetapi juga mencakup sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga lingkungan hidup sebagai prioritas pembangunan daerah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun, termasuk memperhatikan drainase dan penggunaan jalan sesuai kapasitasnya,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat, pembangunan infrastruktur jalan di Tulang Bawang Barat diharapkan berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *