Juangpost.com
Tulang Bawang Barat
– Kontestasi pemilihan kepala daerah tentunya tidak akan terlepas dari besaran dana yang dibutuhkan untuk pencalonan.
Mulai dari persiapan dukungan masyarakat jika dari jalur independen, proses pendaftaran calon, proses dukungan partai, penetapan calon sampai proses kampanye, tidak jarang mengeluarkan uang yang sedikit.
Dikutip dari laman Detikcom, KPK mengungkap data calon kepala daerah yang mencalonkan diri di pilkada sesungguhnya berbiaya sangat tinggi.
Berdasarkan data dari Kemendagri, KPK mengungkap biaya pencalonan Bupati dan Wali Kota berkisar Rp.20 sampai 30 miliar, sedangkan pencalonan Gubernur diperkirakan Rp.20 sampai 100 miliar bahkan lebih.
Jumlah biaya yang sangat fantastis, jika dana yang dihabiskan bersumber dari dana pribadi.
Tidak jarang pula jika sumber pendanaan yang digunakan didapatkan dari donasi, sponsor atau dukungan pihak-pihak luar yang memiliki kepentingan terhadap pengaruh kekuasaan dan kepentingan tertentu.
KPK telah meneliti antara pengeluaran biaya kampanye ternyata lebih tinggi dari pada yang dilaporkan di Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK).
Menurut penelitian KPK yang diterbitkan pada 2019 lalu, ada selisih yang besar antara harta pribadi dengan dana pilkada yang dibutuhkan. Bahkan menurut data LHKPN, ada pasangan calon Pilkada 2015, 2017 dan 2018 yang memiliki harta minus tetapi mampu mendulang suara dan menang dalam pilkada.
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, pada November 2024, Juang Post Indonesia melakukan polling sejak Jum’at 01/03/2024 Jam 15:13 WIB sampai Selasa 05/03/2024 pukul 10:30 WIB.
Menyuguhkan pertanyaan “Siapakah Menurut Anda, Calon Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung Periode 2024-2029 ?“, Polling tersebut memiliki opsi jawaban 2674 suara responden.
Sepuluh tokoh potensial yang dimuat dalam polling tersebut yaitu:
1. Bahctiar Basri
2. Berlian Tihang
3. Busroni
4. Herlani
5. M.Firsada
6. Putra Jaya Umar
7. Sobri
8. Sudirwan
9. Supeno
10. Umar Ahmad
Enam tokoh tersebut yaitu Sobri dengan perolehan 1653 suara atau (61,8%), Umar Ahmad 402 suara atau (15%), Supeno 351 surat atau (13,1%), Putra Jaya Umar dan Bahctiar Basri sama-sama memperoleh 65 suara atau (2,4%), dan Busroni 63 suara atau (2,3%).
Polling yang dilakukan Juang Post Indonesia melalui Website Pollingkita.com, bertujuan untuk mengetahui pendapat masyarakat yang berkembang di Tubaba menjelang Pilkada Serentak pada November 2024.
Selain itu merupakan salah satu cara masyarakat khususnya Tubaba untuk mengemukakan pendapatnya atau sebagai wahana penyaluran sikap politik masyarakat yang beraneka ragam, demokrasi, dan mengemukakan pendapatnya secara anonim yang dijamin kerahasiaannya.
Dengan merilis 10 nama potensial Bakal Calon Bupati Tubaba pada tahap pertama, Polling akan dilakukan sebanyak 3 kali pada penjajakan posisi potensial calon Bupati Tubaba.
Pada polling selanjutnya, Juang Post Indonesia akan merilis nama-nama tokoh potensial lainnya berdasarkan rekam jejak dan peran tokoh potensial.







