35 KDKMP di Tubaba Rampung, Kendaraan Operasional Mulai Disalurkan

Foto : Fungsional Pengawas Koperasi, Amin Nuroni (atas). Serah terima kendaraan operasional di beberapa KDKMP (bawah).

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, terus dikebut.

Hingga 11 September 2026, sebanyak 78 dari total 103 KDKMP di Tubaba telah menyelesaikan pembangunan. Dari jumlah tersebut, 35 KDKMP telah rampung 100 persen secara fisik.

Tak hanya pembangunan gedung, pemerintah juga mulai menyalurkan sarana dan prasarana penunjang operasional. Sejumlah KDKMP yang telah rampung bahkan mulai menerima kendaraan operasional secara bertahap.

Fungsional Pengawas Koperasi pada Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, Amin Nuroni, mengatakan total terdapat 103 KDKMP yang tersebar di seluruh wilayah Tubaba.

“Untuk progres sampai 11 September, ada 78 KDKMP yang sudah terbangun. Dari jumlah tersebut, 35 KDKMP sudah selesai pembangunan fisik 100 persen,” kata Amin saat dikonfirmasi mewakili Kepala Diskoperindag Tubaba Achmad Nazaruddin, Jumat (11/9/2026).

Sebanyak 35 KDKMP yang telah menyelesaikan pembangunan fisik tersebar di enam kecamatan.

Rinciannya, 7 KDKMP di Tulang Bawang Tengah, 10 di Tulang Bawang Udik, 8 di Tumijajar, 4 di Lambu Kibang, 1 di Way Kenanga, dan 5 di Batu Putih.

Di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, KDKMP yang telah rampung meliputi Panaragan Jaya, Pulung Kencana, Candra Mukti, Candra Kencana, Mekar Asri, Tirta Kencana dan Mulya Kencana.

Kemudian di Kecamatan Tulang Bawang Udik terdapat Gedung Ratu, Kagungan Ratu, Marga Kencana, Karta Raharja, Way Sido, Karta Sari, Karta Tanjung Selamat, Gading Kencana, Karta dan Gunung Katun Malai.

Untuk Kecamatan Lambu Kibang, KDKMP yang telah rampung yakni Kibang Budi Jaya, Mekar Sari Jaya, Lesung Bhakti Jaya dan Kibang Tri Jaya.

Sementara di Way Kenanga terdapat KDKMP Indraloka Jaya.

Adapun delapan KDKMP yang telah rampung di Kecamatan Tumijajar yakni Gunung Menanti, Daya Asri, Sumber Rejo, Margo Dadi, Gunung Timbul, Margo Mulyo, Murni Jaya dan Daya Murni.

Sedangkan di Kecamatan Batu Putih, lima KDKMP yang telah menyelesaikan pembangunan adalah Sido Makmur, Panca Marga, Mulyo Sari, Marga Sari dan Toto Wonodadi.

Seiring rampungnya pembangunan fisik, pemenuhan sarana dan prasarana operasional KDKMP juga mulai berjalan.

Amin mengatakan kebutuhan sarana operasional tersebut mencakup satu unit mobil pickup 4×4, satu unit truk dan dua unit bentor.

Dari 35 KDKMP yang telah rampung secara fisik, sebanyak 13 KDKMP telah menerima kendaraan operasional berupa satu unit pickup 4×4 merek Yodha dan satu unit truk.

Ke-13 KDKMP tersebut yakni Pulung Kencana, Marga Kencana, Murni Jaya, Lesung Bhakti Jaya, Gunung Timbul, Daya Asri, Tirta Kencana, Karta Sari, Candra Mukti, Gunung Menanti, Sumber Rejo, Gunung Katun Malai dan Karta.

“Pemenuhan sarana dan prasarana dilakukan secara berangsur-angsur. Saat ini baru kendaraan berupa satu unit pickup dan satu unit truk yang telah turun atau disalurkan di beberapa KDKMP,” ujar Amin.

Menurutnya, penyaluran sarana dan prasarana akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan perkembangan pembangunan serta kesiapan masing-masing KDKMP.

Meski pembangunan fisik terus menunjukkan progres, seluruh KDKMP di Tubaba belum memasuki tahap operasional.

Pemerintah daerah masih menunggu keberadaan manager KDKMP dari SPPI yang direkrut oleh Agrinas.

Selain itu, pemerintah daerah juga masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres) mengenai operasionalisasi KDKMP yang saat ini masih dalam proses pembahasan di tingkat pemerintah pusat.

“Nantinya apabila manager KDKMP sudah tersedia, diharapkan pada Desember 2026 seluruh KDKMP sudah dapat beroperasi secara maksimal,” tutur Amin.

Di balik progres pembangunan tersebut, sejumlah KDKMP masih menghadapi persoalan, terutama terkait ketersediaan dan kelayakan lahan.

Dari total 103 KDKMP di Tubaba, tercatat 7 KDKMP telah memiliki lahan dan siap dibangun. Sementara 5 KDKMP belum memiliki lahan, 6 KDKMP memiliki lahan tetapi belum memenuhi standar luas, dan 7 KDKMP memiliki lokasi yang dinilai kurang strategis.

Untuk KDKMP yang belum memiliki lahan, pemerintah tiyuh masih berupaya mencari alternatif melalui aset tiyuh, aset pemerintah daerah maupun aset Pemerintah Provinsi Lampung yang berada di wilayah setempat.

Sedangkan untuk lokasi yang dinilai kurang strategis, sejumlah opsi disiapkan, mulai dari penukaran lahan ke lokasi yang lebih strategis, pengadaan lahan baru, hingga penyewaan lahan atau bangunan sementara sambil menunggu regulasi lanjutan dari pemerintah pusat.

Dengan perkembangan tersebut, Pemkab Tubaba kini memfokuskan percepatan pada beberapa sektor, mulai dari penyelesaian pembangunan fisik, pemenuhan sarana dan prasarana, penyediaan lahan bagi KDKMP yang masih terkendala, hingga persiapan operasional.

Pemerintah daerah berharap KDKMP yang telah rampung tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi dapat segera dimanfaatkan dan memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat di tingkat tiyuh.

“Kita berharap KDKMP yang telah rampung dapat segera dioptimalkan sehingga keberadaan koperasi tersebut dapat mendukung penguatan perekonomian masyarakat di tingkat tiyuh,” pungkasnya.

Penulis: FiqihEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *