
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com — Kekeringan mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tubaba bergerak cepat dengan mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat dan fasilitas pendidikan yang terdampak.
Bantuan air bersih disalurkan ke Tiyuh Kagungan Ratu Agung dan SDN 11 Tulang Bawang Tengah sebagai langkah tanggap pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan yang dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Tubaba, Sadarsyah, S.H., M.H., M.T., mengatakan distribusi air bersih menjadi salah satu langkah cepat pemerintah untuk membantu masyarakat yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air.
“Penyaluran air bersih ini menyasar pemukiman warga yang mulai mengalami krisis air bersih serta fasilitas pendidikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat dan memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” ujarnya, saat dikonfirmasi media diruangannya, Selasa (18/08/2026).
Di Tiyuh Kagungan Ratu Agung, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari, terutama kebutuhan memasak, sanitasi, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Sementara di SDN 11 Tulang Bawang Tengah, air bersih dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan toilet, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta memenuhi kebutuhan air bagi siswa dan tenaga pendidik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas masyarakat. Terlebih, lingkungan sekolah membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menjaga kebersihan dan menciptakan proses belajar mengajar yang nyaman.
BPBD Tubaba memastikan penanganan dampak kekeringan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan ke wilayah lain apabila kebutuhan dan kondisi masyarakat mengharuskannya.
Sadarsyah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama kondisi kekeringan serta segera melaporkan kepada pemerintah apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Langkah cepat tersebut diharapkan dapat mencegah dampak kekeringan semakin meluas sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Bagi pemerintah daerah, distribusi air bersih bukan hanya respons terhadap kekurangan air, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat dan memastikan fasilitas pelayanan publik, termasuk sekolah, tetap dapat beroperasi secara layak di tengah kondisi kekeringan.
BPBD Tubaba akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan mendapatkan penanganan secara cepat dan tepat.





