10 Tahun Komplek Dunia Akhirat Tubaba Dirawat untuk Masa Depan

Gambar Foto Juangpost.com : Balai Sessat Agung Bumi Gayow Tubaba.

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, dalam mengembangkan sektor pariwisata terus terlihat melalui perhatian terhadap Komplek Islamic Center yang kini menjadi salah satu destinasi unggulan daerah.

Sudah 10 tahun kawasan tersebu berdiri dan menjadi ruang publik yang tidak hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menawarkan keindahan lanskap yang mampu memberikan ketenangan bagi para pengunjung.

Suasana sejuk, taman hijau yang tertata rapi, serta kolam yang dipenuhi ikan-ikan jinak menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal hingga luar daerah.

Pengalaman sederhana seperti memberi makan ikan hingga bersantai bersama keluarga menjadikan Islamic Center sebagai pilihan favorit masyarakat untuk mengisi waktu luang. Hal ini sekaligus memperkuat peran kawasan tersebut sebagai ruang interaksi sosial yang inklusif.

Komplek Dunia Akhirat, Masjid Baitus Shobur 99 Cahaya Asmaul Husna yang menjadi simbol spiritual sekaligus ikon arsitektur modern bernuansa Islami di Tubaba.

Berdampingan dengan Balai Adat Lampung Sesat Agung Bumi Gayow yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal, menjadikan kawasan tersebut sebagai titik temu antara nilai religius dan tradisi.

Komplek tersebut tidak hanya menghadirkan estetika, tetapi juga sarat makna budaya dan spiritualitas. Berbagai kegiatan adat, keagamaan, hingga event penting daerah pun rutin digelar di kawasan ini.

Di tengah tingginya aktivitas dan kunjungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tubaba melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan upaya pemeliharaan dan rehabilitasi guna menjaga kualitas infrastruktur.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Bupati Tubaba Ir. Novriwan Jaya dan Wakil Bupati Nadirsyah dalam mempertahankan eksistensi destinasi wisata daerah.

Melalui Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Tubaba, Nurul Azmi, menjelaskan bahwa perawatan dilakukan secara bertahap dan terencana, menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi bangunan.

“Permasalahan yang sempat terjadi bukan pada atap bangunan, melainkan luapan air akibat saluran talang yang tersumbat oleh lumut dan kotoran. Saat ini sudah dilakukan pembersihan agar fungsi drainase kembali optimal,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ia menambahkan, rehabilitasi tahap II pada tahun 2025 difokuskan pada bagian struktural bawah, seperti lantai, plafon, kisi-kisi, serta utilitas kelistrikan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan serta keamanan pengunjung.

Menurutnya, perawatan berkala menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan fungsi bangunan, terutama pada titik-titik yang rawan terdampak cuaca dan intensitas penggunaan yang tinggi.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan pengelolaan anggaran, seiring dengan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat yang mempengaruhi kapasitas fiskal daerah. Namun demikian, komitmen untuk menjaga dan mengembangkan destinasi wisata tetap menjadi prioritas.

Dengan berbagai upaya tersebut, Islamic Center Tubaba terus dipertahankan sebagai wajah pariwisata daerah yang merepresentasikan harmoni antara pembangunan, budaya, dan nilai keagamaan.

Menuju Masa depan Tubaba, kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tubaba, tetapi juga mampu menarik lebih banyak wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan. (*)

Penulis: Fiqih Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *