“Demo Desak Kancil Bebas, Warga Kampung Bawang Rusuh di Polres Tubaba”

Gambar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) Polres Tulang Bawang Barat yang digelar usai Apel Sabuk Kamtibmas pada Jum’at (17/4/2026) (foto Humas Polres)

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Suasana di Mapolres Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, yang biasanya tenang mendadak berubah tegang, pada Jum’at (17/4/2026).

Berawal dari Informasi yang diterima oleh Kasat Intelkam dari masyarakat bahwa Puluhan warga dari Kampung Bawang Kecamatan Bukan-bukan, bergerak menuju markas kepolisian, membawa tuntutan agar membebaskan rekan mereka bernama Kancil, yang ditangkap atas dugaan kasus Narkoba.

Disebutkan, bahwa sekitar 50 orang massa telah berkumpul di alun-alun Kampung Bawang Kecamatan Bukan-bukan, bergerak menuju Mako Polres Kabupaten Tubaba.

Massa datang dengan kendaraan roda dua dan roda empat, di bawah koordinasi warga bermana Nainggolan selaku koordinator lapangan (korlap).

Pria berbadan tinggi besar tersebut, memimpin massa untuk  mendatangi Mako Polres Tubaba, untuk untuk bebaskan Kancil.

Spanduk bertuliskan “Bebaskan teman kami” dibentangkan massa aksi, menjadi simbol kekecewaan warga atas penangkapan Kancil oleh Satres Narkoba beberapa hari sebelumnya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Intelkam segera melapor kepada Kapolres Tubaba.

“Selamat pagi komandan, izin melaporkan bahwa akan ada aksi unjuk rasa hari ini ke Polres terkait penangkapan Sdr. Kancil oleh Satres Narkoba beberapa hari yang lalu. Saat ini massa telah menuju Polres. Untuk Sabuk Kamtibmas Polres segera saya hubungi untuk backup Polres, mohon petunjuk komandan,” lapor Kasat Intelkam.

Respons cepat pun dilakukan. Kapolres memerintahkan Kabag Ops untuk segera menggelar Sistem Pengamanan Markas (Sispam Mako). Instruksi berantai bergerak cepat, Kabag Ops menghubungi Kasat Samapta, yang kemudian memerintahkan kesiapsiagaan penuh.

“Tolong laksanakan Sispam Mako segera, karena ada massa yang akan melaksanakan unjuk rasa ke Polres, sekitar 50 orang,” tegas Kapolres.

Situasi meningkat ke status siaga. Lonceng panjang dibunyikan selama 15 detik, tanda panggilan luar biasa. Seluruh personel, termasuk pejabat utama (PJU), dikumpulkan dalam apel PLB di lapangan.

Tak hanya polisi, Sabuk Kamtibmas warga sekitar yang tergabung dalam sistem keamanan lingkungan ikut berdatangan. Kentongan dibunyikan, menandai kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga situasi.

Di saat bersamaan, pendekatan persuasif dilakukan. Kasat Binmas menghubungi tokoh adat dan tokoh masyarakatnya setempat, salah satunya bernama Herman Arta, diminta untuk menjadi penengah.

“Assalamualaikum Pak Herman Arta, mohon bantuannya untuk datang ke Polres… ada sekelompok warga yang akan melakukan aksi unjuk rasa,” kata Kasat Binmas.

“Baik pak, saya segera ke Polres,” jawab Herman Arta.

Setibanya di lokasi, Herman Arta dan Sabuk Kamtibmas warga yang hadir mendapat penjelasan langsung terkait kasus yang memicu aksi. Menurut kepolisian, Kancil ditangkap atas dugaan sebagai pengedar narkoba, dengan barang bukti sabu seberat 500 gram.

“Mohon kiranya pak Herman Arta sebagai tokoh adat menghimbau warga agar tidak anarkis dan segera membubarkan diri,” jelas Kasat Binmas.

Massa akhirnya tiba di depan Mako Polres Tubaba. Teriakan lantang menggema didepan Mako Polres Tubaba.

“Bebaskan teman kami, tidak bersalah, bebaskan…!” seru massa.

Herman Arta pun mendekati massa, menyampaikan himbauan kepada massa.

“Assalamualaikum Tabikpun… perlu diketahui bahwa sdr. Kancil ditangkap karena laporan masyarakat sebagai bandar narkoba, dan ditemukan barang bukti sabu seberat 500 gram. Dimohon kepada bapak-bapak, percayakan kepada pihak kepolisian untuk proses hukum yang berlaku,” serunya.

Namun, massa tetap bergeming dan terus berteriak “Bebaskan, bebaskan…!” teriak mereka berulang kali.

Tim negosiator yang dipimpin Kapolres, Wakapolres, dan jajaran PJU langsung turun tangan. Mereka mencoba meredam situasi dengan pendekatan persuasif.

“Selamat siang rekan-rekan sekalian, kami persilakan untuk melaksanakan aksi unjuk rasa secara damai atau perwakilan massa melakukan mediasi ke dalam Polres,” ujar Wakapolres.

Namun, korlap Nainggolan menolak jika hanya perwakilan.

“Kalau mau mediasi kami semua mau masuk… harapan kami hari ini rekan kami segera dibebaskan… kalau tidak kami akan anarkis dan tidak akan pulang dari Polres ini,” tegasnya.

Setelah tarik ulur, akhirnya disepakati pertemuan perwakilan. Situasi sempat terlihat kondusif.

“Ayo Kawan Kawan Kita Bubar Pulang Kerumah masing masing dan permasalahan ini kita percayakan kepada Tokoh Adat dan Masyarakat untuk menyelesaikan Permasalahan ini.” Seruan Nainggolan kepada seluruh massa aksi.

Namun, ketegangan kembali muncul saat sekelompok massa yang diduga kelompok Anarko memprovokasi.

“Ahh. lemah Amat Kamu orang ini kok Pulang..Ayo maju Kita perjuangkan Teman kita dan hari ini juga dia Harus Keluar..” Suara lantang dari kerumunan massa.

“BAKAAARRR…!” teriak mereka, disusul seruan, “Jangan ada yang mundur… lawan… hancurkan!, kita bebaskan…” provokasi melebar diseluruh massa sambil melawan.

Situasi memanas. Massa mencoba merusak fasilitas, bahkan membakar ban di jalan menggunakan jeriken berisi bahan bakar.

Kapolres Tubaba langsung mengambil alih komando.

“Atas nama undang-undang kami menghimbau kepada saudara-saudara sekalian agar mundur dan tidak melakukan tindakan anarkis, atau kami akan melakukan tindakan tegas!” tegas Kapolres.

Ketika kondisi semakin tidak terkendali, Dalmas Lanjut diterjunkan untuk melakukan lapis ganti. Api yang membakar ban segera dipadamkan oleh tim pemadam.

Namun, bentrokan tak terhindarkan. Lemparan benda keras, api, hingga kantong berisi cairan menghujani petugas. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan water cannon.

Beberapa pengunjuk rasa terlihat membawa senjata tajam, sementara lainnya pingsan akibat semprotan air dan dievakuasi oleh tim kesehatan Mapolres Tubaba.

Perlahan, massa mulai mundur dan membubarkan diri. Kelompok Anarko yang memprovokasi akhirnya berhasil diamankan.

Pasca kejadian tersebut, seluruh personel mengikuti apel konsolidasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tubaba kemudian Dalmas dan Kabag Ops melaporkan situasi terkini.

“Izin komandan, melaporkan situasi terakhir bahwa giat unras telah selesai, massa telah kembali ke kediaman masing-masing, dan pelaku kelompok anarko sudah diamankan. Mako dalam keadaan aman terkendali, selanjutnya mohon petunjuk.”

Kapolres pun menutup rangkaian peristiwa dengan arahan singkat agar tetap memantau situasi.

“Terima kasih laporannya, silakan menyesuaikan dengan kegiatan selanjutnya. Dalam situasi apapun, seluruhnya harus dijaga dan diamankan” tutup Kapolres.

Begitulah Narasi sebuah Peristiwa yang  di Simulasikan melalui Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) Polres Tulang Bawang Barat yang digelar usai Apel Sabuk Kamtibmas pada Jum’at (17/4/2026) di Lapangan Polres Tubaba.

Simulasi tersebut menjadi potret bagaimana ketegangan sosial dapat dengan cepat berubah menjadi konflik terbuk dan meluas. Koordinasi aparat dan keterlibatan masyarakat melalui Sabuk Kamtibmas menjadi kunci kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tubaba AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K serta dihadiri oleh Wakapolres Kompol Zaini Dahlan S.H.,M.H., Kabaglog Akbp Tarmansyah.S.E dan Kabag Ops Akp Sainudin para Pejabat Utama (PJU), seluruh Kapolsek jajaran, serta personel Polres Tubaba.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah, Wakil Ketua Dprd Ponco Nugroho, S.T,, Dandim 0412 LU diwakili Pabung Mayor Inf Gus Amirul Amin, Danlanud Pangeran M. Bunyamin diwakili oleh Dandimpol Au, Lettu Pom Nurman Siddiq, S.Tr.(Han), Tokoh adat Megou Pak Tubaba H Herman Arta, S.I.Kom M.M,  Kepala Opd Pemkab Tubaba, Ketua organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tubaba, Unsur Media Ketua Pwi Tubaba Dedi Priyono S.H dan Ketua Iwo Tubaba Arpani.

Selain unsur Polri, kegiatan ini juga melibatkan potensi masyarakat yang tergabung dalam Sabuk Kamtibmas sebanyak 50 orang, terdiri dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) Grib, Senkom, FKPPI dan  KBPPP. (*)

Penulis: DPEditor: DP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *