Pejabat Tubaba “Berebut Posisi Kosong”, Sekda : Rolling Selektif. 

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, mulai memanaskan mesin birokrasi melalui rencana perombakan struktur organisasi lewat skema rolling jabatan.

Langkah tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Tubaba, Iwan Mursalin, sebagai bagian dari penataan kelembagaan sekaligus upaya memperkuat kinerja aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Mantan Kepala Dinas PUPR Tubaba tersebut, fokus utama saat ini adalah mengisi sejumlah jabatan strategis yang masih kosong atau baru diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

“Uji kompetensi sudah dilakukan, dan hasilnya menjadi dasar dalam pengisian maupun pergeseran jabatan,” ujar Iwan, Rabu (8/4/2026).

Selain uji kompetensi (ukom), evaluasi kinerja juga menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi pejabat yang telah menjabat lebih dari lima tahun.

Evaluasi tersebut diklaim sebagai instrumen objektif untuk menentukan apakah pejabat masih layak dipertahankan atau perlu digeser.

Meski demikian, di tengah proses administratif tersebut, sorotan ASN dan Publik Tubaba justru mengarah pada banyaknya posisi strategis yang belum terisi secara definitif.

Sejumlah jabatan eselon II dan III yang kosong atau masih diisi Plt memunculkan pertanyaan terkait efektivitas tata kelola pemerintahan di Tubaba.

Sekda Tubaba beralasan, proses pengisian jabatan di Pemkab Tubaba tidak bisa dilakukan secara instan.

Dijelaskan Iwan, usulan telah diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Pemerintah Provinsi Lampung, terutama untuk jabatan yang memerlukan persetujuan lintas instansi.

“Untuk jabatan tertentu seperti Inspektorat, ada mekanisme tambahan karena berkaitan dengan fungsi pengawasan,” jelas Iwan.

Ia menambahkan, tahapan verifikasi diperkirakan memakan waktu sekitar 10 hari sebelum masuk ke tahap finalisasi dan pelaksanaan rolling jabatan.

Menariknya, setelah tahap awal pengisian, Pemkab juga membuka opsi lelang jabatan untuk posisi yang masih kosong. Skema ini dinilai sebagai langkah untuk menjaring kandidat terbaik secara lebih terbuka dan kompetitif.

Meski begitu, perhatian utama tertuju pada jabatan strategis seperti Kepala Inspektorat yang hingga kini masih dijabat Plt.

Posisi tersebut menurut Sekda Tubaba sangat krusial lantaran berkaitan langsung dengan fungsi pengawasan internal serta akuntabilitas pemerintahan.

“Pengisian jabatan, khususnya di Inspektorat, akan dilakukan sangat selektif untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang akuntabel,” tegas Iwan.

Pantauan Juangpost.com, sejumlah pejabat mulai aktif membangun komunikasi dan konsolidasi untuk mengisi posisi yang kosong, terutama pada kursi Inspektur Tubaba yang ditinggalkan Perana Putera dan jabatan Kepala Dinas PUPR yang sebelumnya dijabat Iwan Mursalin.

Beberapa nama yang mengincar posisi tersebut antara lain, Dedi Oktaviali,SP, Ir. Rizal Irawan, MT, Ir. Yudiansyah, S.P, Iwansyah, M.M, CGCAE yang saat ini menjabat Plt Kepala Inspektorat, serta Irbansus Muslim, S.IP, CGCAE, selain sejumlah nama lainnya.

Kondisi tersebut bakal memunculkan pertanyaan publik, apakah proses rolling jabatan benar-benar berbasis kompetensi dan kebutuhan organisasi, atau sekadar formalitas administratif yang membuka ruang kepentingan?

Banyaknya posisi strategis yang belum terisi definitif, perombakan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Tubaba untuk membuktikan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, efektif, dan bebas dari intervensi. (*)

Penulis: DPEditor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *