F-16 dan Super Tucano Sukses Mendarat di Tol Lampung, Bukti Kesiapan Pertahanan Semesta RI

Foto : Wabup Tubaba, Nadirsyah dan Pimpinan Daerah lainya, Mendampingi KSAU dan Wamen PUPR, dalam Uji Coba Landasan Darurat di Tol KM 229 Kayu Agung-Terbanggi Besar. Dok/Diskomdigi Tubaba.

TULANG BAWANG BARAT, JUANGPOST.COM – Militer Indonesia kembali mencatatkan tonggak sejarah baru dalam sistem pertahanan negara. Untuk pertama kalinya, jalan tol difungsikan sebagai landasan pacu (runway) darurat bagi pesawat tempur TNI Angkatan Udara. Uji coba take-off dan landing ini berlangsung sukses di Ruas Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung KM 229, Rabu (11/02/2026).

Dalam uji coba tersebut, dua pesawat tempur andalan TNI AU, Super Tucano dan F-16 Fighting Falcon, berhasil mendarat dan lepas landas dengan sempurna di jalan tol selebar 24 meter. Lebar tersebut jauh di bawah standar landasan pacu pangkalan udara yang biasanya mencapai 45 hingga 60 meter.

“Alhamdulillah, hari ini berhasil dengan aman. Pesawat F-16 dengan wingspan 9,8 meter mendarat di lebar 24 meter itu sangat mepet dan riskan. Ini membuktikan profesionalisme penerbang kita yang sudah dilatih untuk mendarat di runway sempit,” ujar Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Marsekal Madya TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, Wamen PUPR Diana Kusumastuti, serta jajaran pimpinan daerah termasuk Wakil Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba) Nadirsyah.

Wamenhan menjelaskan bahwa pendaratan di jalan tol ini merupakan implementasi dari sistem pertahanan bersifat semesta sesuai mandat UUD 1945.

“Jika satu pangkalan diserang, kita punya alternatif yang banyak. Kami sudah memiliki roadmap untuk membangun jalan tol atau jalan nasional di seluruh Indonesia yang memenuhi spesifikasi sebagai runway darurat,” tambahnya.

Keberhasilan ini merupakan hasil koordinasi ketat selama satu tahun antara Kemenhan, TNI AU, Kementerian PUPR, dan PT Hutama Karya (HK). Pemilihan lokasi di KM 229 wilayah Mesuji dilakukan karena memenuhi syarat panjang lintasan sejauh 3.000 meter.

“Rekan-rekan dari Hutama Karya melakukan upaya luar biasa. Pembatas jalan di bagian tengah (median) diperkeras dan diratakan agar bisa dilalui pesawat. Namun, perlu dicatat bahwa fungsi ini bersifat situasional dan sementara, tidak mengganggu fungsi utama jalan tol bagi masyarakat,” tegas KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Sementara itu, Wamen PUPR Diana Kusumastuti menegaskan komitmen dan integrasi kebutuhan militer dalam pembangunan infrastruktur sipil NKRI diperkuat.

“Ini adalah kolaborasi untuk melaksanakan amanah Presiden Prabowo Subianto. Ke depan, desain jalan tol baru akan disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan untuk landasan pesawat,” imbuhnya.

Meski sempat mengakibatkan pengalihan arus lalu lintas ke jalan nasional, kegiatan berjalan aman dan lancar. Pemerintah juga mengapresiasi masyarakat Lampung yang telah mendukung kelancaran uji coba ini sebagai salah satu perwujudan nyata bela negara.

Penulis: Fiqih Editor: Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *