
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus memperkuat upaya pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Tahun ini, Tubaba kembali mendapatkan bantuan vaksin PMK dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi sebanyak 9.375 dosis pada tahap awal.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Peternakan Tubaba, Irwan Sutrisno, mengatakan bantuan vaksin tersebut akan difokuskan untuk hewan besar, yakni sapi dan kerbau. Program ini ditargetkan mampu melindungi sekitar 34 ribu ekor sapi dan kerbau yang tersebar di seluruh wilayah Tubaba.
Menurutnya, tahap pemberian vaksin dari pemerintah pusat melalui Dinas Peternakan Provinsi Lampung melalui 3-4 tahapan, “jadi ditahap awal ini kita harus realisakan maksimal sampai setelah lebaran Idul Fitri 2026 mendatang,” ujarnya. Saat dikonfirmasi media Juangpost diruanganya, Rabu (4/2/2026).
“Petugas kami siap, dan saat ini masyarakat juga sangat care terhadap kesehatan ternaknya,” katanya lanjut Irwan.
Ia juga menjelaskan, PMK merupakan penyakit yang sangat menular dan disebabkan oleh virus yang menyerang bagian kuku serta lidah hewan. Penyakit ini kerap menimbulkan keresahan karena gejalanya menyerupai sariawan, demam, kuku rusak, air liur berbusa, nafsu makan hilang, nafas terengah-engah dan dapat memengaruhi produktivitas ternak secara signifikan.
Meski demikian, Irwan memastikan kondisi PMK di Tubaba saat ini dalam keadaan aman. Hingga sekarang tidak ditemukan kasus PMK yang masih aktif. Pada tahun 2025 lalu, sebanyak 37 ribu dosis vaksin PMK telah disalurkan untuk menjaga kekebalan ternak di wilayah tersebut, tak hanya sapi dan kerbau, tahun kemarin kambing juga di berikan vaksin.
Irwan mengungkapkan, pada awal merebaknya PMK di Provinsi Lampung, kasus pertama justru ditemukan di Tubaba, tepatnya di Tiyuh Mulya Jaya, Kecamatan Gunung Agung, pada Mei 2022. Sebelumnya Indonesia tidak pernah memiliki virus ini, penyakit tersebut diduga bermula dari lalu lintas sapi impor asal India yang masuk melalui Aceh, akhirnya dari situlah virus PMK mulai merebak keseluruh Provinsi di Indonesia.
“Dari total 78 ekor sapi yang terkonfirmasi positif PMK saat itu, hanya satu ekor yang mati, sementara 77 ekor lainnya berhasil sembuh melalui penanganan khusus,” jelasnya.
Seiring dengan merebaknya kasus tersebut, pemerintah kemudian menjalankan program vaksinasi PMK yang dimulai pada Mei 2022. Saat itu, Tubaba menerima vaksin tahap awal sebanyak 1,500 dosis, yang kemudian bertambah hingga 15 ribu dosis sampai akhir tahun 2022.
Saat ini, Dinas Peternakan Tubaba didukung oleh 22 petugas kesehatan hewan yang bertugas di seluruh kabupaten. Vaksinasi dilakukan secara berkala karena memiliki dosis booster guna menjaga daya tahan tubuh ternak tetap optimal.
“Kalo peternak mau minta ternaknya di vaksin, hubungi segera petugas kami, gratis tidak dipungut biaya sepeserpun,” tegasnya.
Menjelang meningkatnya kebutuhan daging pada Ramadhan dan Idul Fitri, Irwan mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih sapi yang sehat dan sesuai standar. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan hewan ternak yang sakit agar dapat segera ditangani oleh petugas.
“Kalau cepat dilaporkan, kita bisa segera berikan antibiotik dan obat-obatan,” ujarnya.
Irwan menegaskan bahwa penyakit PMK maupun penyakit lain seperti lato-lato tidak menular ke manusia. Daging dari hewan yang ditangani dengan benar tetap aman dan layak untuk dikonsumsi.
Ia pun mengajak masyarakat untuk selalu memilih daging yang memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), serta memastikan proses pemotongan dilakukan secara aman dan sehat demi melindungi kesehatan konsumen.





