DPPKB Tubaba Gulirkan 400 Paket Sembako dan Empat Gerakan Unik Lawan Stunting

Foto: Pembagian Paket Sembako DPPKB dengan BAZNAS Tubaba.

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com — Upaya mengentaskan stunting terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), dalam tiga bulan terakhir tahun 2025, DPPKB Tubaba membagikan 400 paket sembako setiap bulan bagi keluarga berisiko stunting, mulai dari Oktober hingga Desember 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKB Tubaba, dr. Wita Hestriani, M.Kes, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan nasional Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang disinergikan dengan inovasi daerah.

“Kami mengusung lima gerakan unik yang berjalan serentak, semuanya bertujuan menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga di Tubaba,” ujarnya, saat ditemui media Juangpost.com, diruangan, Pada Kamis, (13/11/2025).

Empat Gerakan Unik DPPKB Tubaba yaitu :

Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting)
Program ini melibatkan seluruh elemen, mulai dari BUMN, pihak swasta, hingga Baznas, yang berperan sebagai “orang tua asuh”.

“Kami bekerja sama dengan Baznas untuk membantu 400 keluarga melalui paket sembako setiap bulan dalam kurun waktu 3 bulan. Data penerimanya kami ambil dari sistem Siga (Sistem Informasi Keluarga), jadi bukan data dari kami,” jelasnya.

Yang kedua, Gati (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
Gerakan ini menekankan pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.

“Ayah adalah figur utama dalam keluarga. Kami ingin membangun kesadaran itu sejak dini, program ini sudah berjalan, kami mengimbau gerakkan tersebut pada saat tahun ajaran baru kemarin,” katanya.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat kedekatan ayah dan anak melalui kegiatan parenting, guna membentuk keluarga yang harmonis dan berkarakter.

Ketiga, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak)
Konsep one day care ini menjadi wadah interaksi dan tumbuh kembang anak yang lebih sehat.

“Untuk di Tubaba baru ada dua lokasi yang sudah memenuhi standar Operasi Tamasya, karna tempat dan pengajarnya sudah bersertifikasi, yaitu di Paud Al-Bayan Tiyuh Daya Asri, dan Paud Saqu QQL di Desa Mulya Asri. Para pengajarnya juga sudah bersertifikasi,” tambahnya.

Keempat, Sidaya (Lansia Berdaya)
Tak hanya fokus pada anak-anak, DPPKB juga memperhatikan kelompok lansia untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Jika lansia sehat dan bahagia, umur harapan hidup meningkat. Kami juga membentuk sekolah lansia, bukan seperti sekolah pada umumnya, tetapi lebih ke pelatihan dan seminar dengan materi yang disampaikan tentang kesehatan, agama, hingga psikologi sebagai penguat emosional para lansia,” jelasnya.

Selain itu, pelatihan yang diberikan diantaranya menjahit, menyulam, dan keterampilan ringan lainnya agar mereka tetap produktif menikmati masa tua.

DPPKB Tubaba juga menekankan pentingnya komunikasi keluarga untuk menjaga kesehatan mental bagi para lansia.

“Sebenarnya, hal sederhana seperti berkabar dan berinteraksi dengan keluarga bisa ternyata cara ampuh untuk meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan mental,” katanya.

Semua program tersebut dibuat dan didata melalui sistem berbasis IT, karna dengan begitu semuanya terinput lebih jelas dan detail.

Melalui empat gerakan tersebut, Pemkab Tubaba berharap angka stunting dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan dalam keluarga.

“Stunting bukan hanya masalah gizi, tapi juga mental, ekonomi, dan lingkungan keluarga. Kami ingin Tubaba menjadi kabupaten dengan keluarga yang sehat, bahagia, dan berdaya,” imbuhnya.

Penulis: FiqihEditor: DP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *