
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menjadi momentum penting untuk meneguhkan semangat persatuan umat.
Peringatan yang nantinya dipusatkan di Tiyuh Makarti, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten setempat, pada 18-25 Oktober 2025 mendatang, mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, dengan semangat inklusif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan tanpa sekat.
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 di Tubaba, berbagai kegiatan akan digelar di Tiyuh Makarti dan sekitarnya. Rangkaian acara dimulai pada 18–19 Oktober 2025 dengan turnamen Mini Soccer di Lapangan Tiyuh Makarti yang diinisiasi oleh GP Ansor. Pada tanggal yang sama juga akan dilaksanakan Lomba Dai di Aula Balai Tiyuh Makarti dengan penanggung jawab Imam Taufiq, serta Lomba Qiroatil Kutub di Pondok Pesantren Tebuireng 12 Pulung Kencana oleh Maksum Ali Maksum dan anggota.
Masih dalam rangkaian peringatan, Lomba Atletik juga akan digelar di Lapangan Tiyuh Makarti dengan koordinator Ngadino. Sementara itu, Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (JULEHA) akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2025 di Aula Kampus STES Tunas Palapa, dengan narasumber dr. Wiwid.
Puncak peringatan akan dimulai pada 21 Oktober 2025 pukul 06.30 WIB dengan Kirab Hari Santri atau Jalan Sehat Pakai Sarung, yang dipusatkan di Lapangan Tiyuh Makarti dan melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Di hari yang sama, pukul 16.00 WIB, juga akan digelar Khotmil Quran di Masjid Jami At Taqwa Tiyuh Makarti.
Selanjutnya, pada 22 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB akan dilaksanakan Upacara Hari Santri Nasional di Lapangan Tiyuh Makarti dengan penanggung jawab Sutikno. Malam harinya, pukul 19.00 WIB, digelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama yang dirangkai dengan Pelantikan POKJA Majelis Ta’lim Al Firdaus, dipimpin oleh Hayu Masfufah.
Suasana khidmat dan penuh kebersamaan akan mewarnai jalannya peringatan itu. Ribuan santri, tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat umum akan tumpah ruah mengikuti rangkaian acara tersebut, mulai dari apel santri, kirab kebangsaan, hingga doa bersama untuk bangsa.
Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Nurkholis Majid, menyampaikan, menekankan bahwa Hari Santri bukan milik satu golongan atau organisasi keagamaan tertentu, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.
“Hari Santri lahir dari semangat resolusi jihad para ulama. Maka, jangan pernah kita sempitkan maknanya dengan ego organisasi. Justru hari ini adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan dan sinergi umat,”ujarnya.
Peringatan ini juga menjadi wadah untuk mengingat kembali bahwa santri memiliki peran besar dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Kini, santri modern dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman, berperan aktif dalam dunia pendidikan, teknologi, ekonomi, politik, dan kebudayaan.
Tokoh lintas organisasi keagamaan di Tubaba juga kompak mendukung terlaksananya hari santri tahun ini yang dirancang terbuka dan inklusif.
“Inilah semangat sejati Hari Santri. Tidak ada lagi sekat, tidak ada lagi klaim. Yang ada hanyalah satu tekad membangun bangsa,” kata Ikhwan Ashari, salah satu tokoh agama.
Melalui kolaborasi yang kuat, peringatan hari santri diharapkan menjadi contoh nyata bagi generasi muda bahwa perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bersatu.
“Semangat sinergi juga diyakini dapat membuat program-program keagamaan dan sosial berjalan lebih efektif, efisien, serta berdampak luas bagi masyarakat.” Imbuhnya Kabag Kesra
Dengan semangat ini, Hari Santri 2025 di Tubaba bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol kuat persatuan umat dan bangsa dalam bingkai kebangsaan.





