HSN 2025 di Tubaba, Santri Tunjukkan Prestasi dari Kitab Kuning Hingga Bidang Olahraga

Foto Kabag Kesra Nurkholis Majid Bersama Wakil Bupati Tubaba Nadirsyah.

Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan berlangsung lebih semarak dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kitab Kuning dan Olahraga menjadi titik fokusnya.

Kegiatan tersebut akan dipusatkan di Tiyuh Makarti, Kecamatan Tumijajar, ditunjuk sebagai tuan rumah dalam rangkaian kegiatan, yang akan digelar pada 10–23 Oktober 2025.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Hari Santri yang identik dengan lomba kitab kuning, tahun ini para santri diberi ruang untuk menunjukkan kemampuan di berbagai bidang lain, mulai dari olahraga mini soccer, atletik, lomba pesantren bersih, hingga pelatihan juru sembelih halal.

Ketua Panitia sekaligus Kabag Kesra Tubaba, Nurkolis Majid, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 40 pondok pesantren seluruh wilayah Tubaba.

“Kita ingin menghadirkan nuansa berbeda. Santri tidak hanya kuat secara ruhani lewat kitab kuning, tapi juga sehat secara jasmani lewat olahraga. Karena santri harus sehat lahir dan batin,” jelas Nurkolis. Saat diwawancarai media Juangpost, pada, Kamis, 11/09/2025.

Rangkaian acara dimulai dengan seleksi dan perlombaan olahraga pada 10–22 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan Kirab Santri menggunakan sarung yang dimeriahkan dengan door prize pada 23 Oktober 2025.

“Puncak peringatan akan ditutup dengan Pengajian Akbar dan Sholawat, bersama Dai Nasional Dr. KH. Syarif Rahmat Hidayat dari Jakarta, sekaligus Pelantikan Pengurus Pokja Majelis Ta’lim Kabupaten Tubaba yang diketuai oleh Ibu Bupati Tubaba,” katanya.

Dukungan dari Tokoh Masyarakat menyambut baik inovasi penyelenggaraan Hari Santri pada tahun ini.

KH. Nur Hadi, salah satu pengasuh pondok pesantren di Tubaba, mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran santri di masyarakat.

“Santri itu bukan hanya ahli kitab, tapi juga pejuang di kehidupan nyata. Dengan adanya kegiatan olahraga dan keterampilan, santri dibekali kemampuan yang lebih luas untuk menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Tumijajar, H. Ikhwan Ashari, yang menilai event ini membawa dampak positif bagi daerah.

“Kami bangga Tumijajar dipercaya menjadi tuan rumah. Selain menumbuhkan semangat santri, kegiatan ini juga menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pesantren, dan masyarakat, peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 di Tubaba diharapkan menjadi momentum kebangkitan santri yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.

Penulis: FiqihEditor: DP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *