
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Sosialisasi Kelembagaan dan Pasca Panen bagi para peternak kambing, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Tiyuh Pagar Buana, Kecamatan Way Kenanga ini dihadiri 60 peserta yang terdiri dari kelompok tani, penyuluh, inseminator, serta pelaku usaha ternak lokal.
Acara dibuka dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Para peserta saling berbagi pengalaman lapangan serta menyampaikan aspirasi dan harapan untuk memajukan usaha ternak mereka.
Kepala Disnakeswan Tubaba, Nazaruddin, melalui Kepala Bidang Usaha dan Pasca Panen, Amin Suroyo, menjelaskan bahwa sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi berbeda namun saling melengkapi.
Pertama, Heri Yusmargana, S.Pt, Direktur Utama PT. Arta Agro Makmur sekaligus pengajar di SMKN 1 Pekalongan, Lampung Timur, yang memaparkan peran strategis koperasi peternakan dalam memperkuat posisi tawar peternak.
Kedua, Robian Alberto dari Bank Lampung yang mengulas peluang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro guna mempermudah akses permodalan.
Kemudian, Aryanto, pelaku usaha ternak kambing dari Way Kenanga, yang membagikan teknik pasca panen untuk meningkatkan nilai jual hasil ternak.
“Materi yang dibagikan bukan sekadar teori, tetapi strategi yang bisa langsung dipraktikkan di lapangan,” ujar Amin.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat fondasi kelembagaan petani di tingkat kecamatan dan desa.
“Kalau kelembagaan kuat, modal mudah diakses, dan teknik pasca panen dikuasai, maka peternak kita akan mampu menembus pasar yang lebih luas. Kami ingin melihat produk ternak Tubaba menjadi ikon kebanggaan daerah,” tegasnya.
Dengan dukungan kelembagaan yang solid, akses modal yang terbuka, dan keterampilan pasca panen yang tepat, sektor peternakan di Tubaba diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah.
Amin menambahkan, kegiatan ini selaras dengan program prioritas unggulan Bupati di sektor peternakan. “Ini bukan akhir, melainkan awal dari babak baru peternak Tubaba untuk naik kelas,” pungkasnya.





