
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Mengatasnamakan dukungan terhadap program nasional Presiden Prabowo Subianto, oknum penyedia Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, diduga mengabaikan standar pengelolaan limbah.
Akibatnya, limbah dari dapur tersebut mencemari sumur warga dan memicu keresahan masyarakat sekitar.
Kasus ini terungkap setelah salah satu warga, Netilia Desiana, warga Suku 2 RT 04 Pulung Kencana, melaporkan bahwa sejak Sabtu sore (26/7/2025), air sumur di rumahnya berubah warna menjadi hitam dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Dugaan kuat mengarah pada aktivitas dapur MBG yang tidak memperhatikan tata kelola limbah rumah tangga dari proses produksi makanan siap saji.
“Air sumur kami bau sekali, bahkan warnanya hitam. Awalnya kami kira ada bangkai, tapi setelah ditelusuri, ternyata ada aliran limbah dari arah dapur MBG. Sudah kami coba bersihkan, kuras, sampai masukkan tawas dan garam, tapi tidak ada perubahan,” ujar Netilia kepada media Juangpost.com.
Polemik tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan. Camat Tulang Bawang Tengah, Achmad Nazaruddin, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah tegas terhadap dapur MBG tersebut.
“Kita akan segera turun dalam satu dua hari ini. Saya akan koordinasi dengan Kepala Tiyuh, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak terkait lainnya untuk bersama-sama meninjau langsung dapur MBG di Pulung Kencana,” ujar Camat saat dikonfirmasi pada Rabu (30/07/2025).
Achmad Nazaruddin menegaskan bahwa program MBG merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto yang sangat baik, namun implementasinya tidak boleh mengorbankan lingkungan dan kesehatan warga.
“Izin lingkungan dan pengelolaan limbah harus benar-benar diperhatikan. Ini program bagus, tapi pelaksanaannya harus sesuai aturan. Jangan sampai limbah dibuang sembarangan, apalagi sampai rembes ke parit atau mencemari mata air warga,” tegasnya.
Ia juga mengkritik kurangnya koordinasi dari pihak pengelola dapur MBG.
“Selama ini mereka tidak pernah koordinasi soal Tata kelola limbah. Kita akan cari solusi dan bertindak sesuai aturan. Kalau terbukti ada pelanggaran, tentu akan ada tindakan,” pungkas Camat.
Meski sebelumnya pihak pengelola dapur MBG Pulung Kencana sempat mengaku akan memindahkan lokasi dapur dan sempat memberikan air bersih kepada korban terdampak sebagai bentuk tanggung jawab, Camat TBT, berharap masalah ini segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas.





