
Tulang Bawang Barat, Juangpost.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur melakukan penarikan aset Barang Milik Negara (BMN) dari Pos Pelayanan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Menurut Kepala BNNK Lampung Timur Mamam Permana, S.P, penarikan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari perubahan Rayonisasi wilayah kerja yang ditetapkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung.
Kepala BNNK Lampung Timur tersebut menyampaikan klarifikasi pada Sabtu (10/5/2025) kepada media Juangpost.com, bahwa langkah tersebut merujuk atas Keputusan Kepala BNNP Lampung Nomor Kep/3445/IX/KA/BU.02/2021/
Berdasarkan keputusan tersebut, BNNK Lampung Timur membentuk Pos Pelayanan P4GN di salah satu gedung RSUD Tulang Bawang Barat, lengkap dengan penempatan tiga orang pegawai negeri sipil (PNS) sebagai personil pendukung.
Untuk mendukung operasional pos pelayanan tersebut, pada 8 Maret 2023 BNNK Lampung Timur menerima hibah dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat senilai Rp250 juta.
Anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja modal peralatan kantor sebesar Rp88.209.000,-, belanja barang sebesar Rp161.189.046,-, dan pengembalian ke kas negara sebesar Rp300.977,-.
Peralatan yang dibeli dengan anggaran tersebut tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi (SIMAN) BNNK Lampung Timur.
Namun, terjadi perubahan rayonisasi wilayah kerja sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala BNNP Lampung Nomor Kep/2624/VIII/KA/OT.00/2023/
Sehubungan dengan hal tersebut, melalui surat B/501/III/KA/KP.03.01/2025/
Menindaklanjuti perintah tersebut, Kepala BNNK Lampung Timur menerbitkan surat perintah Nomor Sprin/199/V/KA/RT.00/2025/BNNK pada 5 Mei 2025 untuk melakukan koordinasi kelembagaan dengan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Pada 7 Mei 2025, tim BNNK Lampung Timur yang dipimpin oleh Kepala Sub Bagian Umum melaksanakan koordinasi dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Tulang Bawang Barat dan diterima oleh Sekretaris Badan, yang menyatakan akan melaporkan terlebih dahulu kepada Kepala Badan Kesbangpol.
Usai koordinasi, tim BNNK Lampung Timur kembali ke kantor untuk menunggu tindak lanjut dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Menurut Kepala BNNK Lampung Timur menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi tertib administrasi dan pengamanan aset negara sesuai peraturan yang berlaku.
Sementara itu, kembali ditanggapi ketua DPRD Tubaba Busroni, SH, bahwa aset yang biberikan untuk persiapan kantor BNNK Tulang Bawang Barat tetap haru berada di Tubaba.
“Ini persoalan pindah Rayon bukan berarti langsung ngambil Aset di Tubaba, seharusnya koordinasi dulu jangan langsung bawa mobil Truk Angkutan. Kami berikan fasilitas untuk pembentukan BNNK Persiapan Tubaba, jangan asal angkut-angkut saja. Kalau personil silahkan tarik atau alihkan ke rayon baru, tapi aset yang diberikan itu untuk pelayanan dan terbentuknya BNNK Tubaba harus tetap terjaga, artinya Tubaba serius untuk segera ada BNNK sendiri, inikan persoalan pindah rayon saja dari Lampung Timur ke Metro. Seharusnya dialihkan ke Rayon Metro dimana Kantor Pelayanan Tubaba tetap ada di Tubaba”, kata Busroni kepada Media Juangpost.com, Sabtu (10/5/2025).
Menurut Ketua DPRD Tubaba, kalau tiba-tiba tidak ada koordinasi, atau koordinasi langsung mau eksekusi, tiba-tiba datang petugas dari BNNK Lampung Timur atas Perintah Kepala BNNK Lampung Timur dan langsung bawa mobil truk mau angkut barang, itu bisa jadi ada niat buruk di Tubaba.
“Jangan berdalih perintah BNN Provinsi atau Pusat, pengamanan aset bukan berarti mau eksekusi bawa aset-aset yang memang dari Tubaba, bisa tinggal alihkan ke Rayon baru saja. Kalau model koordinasinya begitu itu bisa jadi menjarah namanya, kan sudah ada kantor sementara, asetnya sudah pasti aman di Tubaba, tanah untuk kantor bisa kita siapkan. Kami berikan aset untuk BNN karena supaya segera ada BNNK Tubaba. Kami berharap dengan pindah rayon dari Lampung Timur ke Metro, BNNK Tubaba bisa segera dibenahi dan BNN Pusat bisa menindak tegas pelanggaran yang terjadi. Saya juga akan koordinasikan dengan Bupati, karena dari awal membentuk saya suport penuh sehingga ada fasilitasnya”. Tegas Busroni Ketua DPRD Tubaba.





