Novriwan Ajak Masyarakat Tubaba Aktifkan Kembali Beduk di Seluruh Masjid

Dokumentasi : Takbiran Keliling Bupati Tubaba Novriwan Jaya. Foto: Juangpost/Fiqih.

Juangpost.com, Tulang Bawang Barat – Dalam rangka menyambut malam takbiran, Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, mengajak masyarakat untuk mengaktifkan kembali beduk di masjid-masjid sebagai upaya melestarikan budaya leluhur Nusantara. Ajakan ini disampaikan dalam agenda Takbiran Keliling yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tubaba.

Takbiran Keliling menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dengan warga serta menjalin ukhuwah Islamiah yang lebih mendalam. Kegiatan ini dilaksanakan di lima titik berbeda di seluruh wilayah Kabupaten Tubaba.

Dalam kunjungannya ke masjid Darul Amin di Kelurahan Dayamurni, Kecamatan Tumijajar, pada Minggu, 30 Maret 2025, setelah salat Isyak hingga selesai, Bupati beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut serta dalam kegiatan tersebut.

Bupati Novriwan Jaya, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap imbauan pemerintah pusat, termasuk larangan melakukan konvoi di jalan selama malam takbiran guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk mengantisipasi potensi risiko, Pemkab dan jajaran telah mengeluarkan surat edaran yang melarang konvoi di jalan. Sebagai gantinya, mari kita fokuskan takbiran di masjid-masjid dengan mengaktifkan beduk yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Novriwan juga mengajak masyarakat untuk kembali menggunakan beduk secara intensif dalam berbagai kegiatan keagamaan di masjid, baik sebagai tanda masuknya waktu salat maupun dalam peringatan keagamaan lainnya.

“Mari kita aktifkan kembali beduk di masjid sebagai bagian dari tradisi dan identitas Islam di Nusantara. Kita mulai malam ini dengan kembali membunyikan beduk sebelum adzan dan dalam berbagai kegiatan islami di masjid kita masing-masing,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novriwan berharap Kabupaten Tubaba dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghidupkan kembali penggunaan beduk di masjid sebagai bagian dari warisan budaya Islam di Nusantara.

“Kedepannya kami akan memberikan apresiasi dan penilaian kepada masjid-masjid yang aktif menggunakan beduk saat malam takbiran. Mari bersama-sama menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan di lingkungan kita,” imbuhnya.

Ia berharap Masjid Darul Amin ini menjadi percontohan awal dalam gerakan ini, sehingga Tubaba semakin dikenal sebagai kabupaten yang mencintai tradisi Nusantara dan menjaga warisan budaya Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *