Juangpost.com, Tulang Bawang Barat – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk para pemandu wisata (tour guide) guna mendukung kemajuan pariwisata Tubaba.
Acara ini berlangsung pada Rabu, 30 Oktober 2024, di Wisma Asri, Tirta Makmur, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten setempat.
Hadir dalam kegiatan ini, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Tubaba, Bayana, serta para peserta Bimtek yang sebagian besar merupakan anggota masyarakat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Tiyuh se Tubaba.
Kegiatan ini menyoroti peran penting pemandu wisata dalam mendukung kemajuan pariwisata lokal dan meningkatkan daya tarik wilayah bagi publik.
Disporapar Tubaba mendatangkan dua narasumber dari Bandar Lampung, yakni Deddy Sulaimawan, yang dikenal sebagai @travelbydeddy_ adalah The Best Influencer Lampung 2023 dan Traveler 35 (tiga puluh lima) Negara juga Alya Taurusiana dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung.
Keduanya merupakan Asesor Pariwisata bersertifikasi BNSP sekaligus akademisi dan praktisi Pemandu Wisata.
Kabid Wisata Disporapar Tubaba, Wanti, menyatakan bahwa Bimtek ini digelar untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan mumpuni sebagai pemandu wisata berkualitas yang akan memajukan pariwisata Tubaba.
“Para peserta adalah perwakilan Tiyuh (desa) yang memiliki potensi wisata di Tubaba. Kami berharap dengan mengikuti Bimtek ini, mereka dapat berbagi pengetahuan dan menerapkannya di desa masing-masing sehingga dapat memberikan dampak besar dalam pengembangan destinasi wisata mereka,” ujar Wanti.
Menurut data Disporapar, dari 103 Tiyuh dan desa di Tubaba, sebanyak 46 Tiyuh memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Disporapar bekerja sama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam memantau potensi wisata di Tiyuh-tiyuh ini, mendukungnya dari segi koordinasi dengan pemerintah setempat.
Pj. Sekdakab Tubaba Bayana menambahkan, bahwa potensi wisata Tubaba yang besar dan beragam dapat menciptakan peluang ekonomi bagi pemandu wisata.
“Untuk menghasilkan pemandu wisata yang kompeten dan berpengetahuan, diperlukan Bimbingan Teknis. Pemandu wisata disiapkan untuk membantu wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik saat berwisata,” terang Bayana.
Ia berharap kegiatan Bimtek ini akan memperkaya pengetahuan kepariwisataan bagi para pemandu wisata. “Semoga hasil dari Bimtek ini memberikan manfaat nyata bagi pengembangan SDM pariwisata di daerah kita,” pungkasnya.






