Juangpost.com, Tulang Bawang Barat – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar kegiatan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) serta Pengawasan Koperasi, Kamis (5/9/2024).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan keberlanjutan koperasi serta memaksimalkan manfaatnya bagi anggota dan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Kepala Diskoperindag Tubaba, Herlianti, menegaskan pentingnya pembenahan dan penataan kelembagaan koperasi agar dikelola secara optimal.
“Kita harus membenahi usaha koperasi dengan meningkatkan partisipasi anggota dan membuka peluang bagi anggota baru. Selain itu, kaderisasi koperasi juga harus dilakukan secara baik agar koperasi memiliki jati diri yang unggul, dinamis, dan mandiri,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Juangpost.com di Griya Aulia, Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah.
Herlianti juga menekankan bahwa pengembangan dan pembinaan koperasi harus terus didorong agar koperasi yang ada saat ini bisa lebih maju.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui penilaian kesehatan koperasi dan pengawasan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut.
Pemerintah, lanjut Herlianti, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh bagi pengelola koperasi dan UMKM agar dapat terus berkembang.
“Kami berharap koperasi mampu melayani anggotanya dengan lebih luas, bahkan membuka peluang untuk membuka cabang-cabang baru hingga mencapai skala koperasi nasional,” tambahnya.
Herlianti juga menyoroti pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) di bidang perkoperasian. Ia mengajak seluruh gerakan koperasi di Tubaba untuk terus memperbaiki diri dan mengejar ketertinggalan agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi koperasi-koperasi di Tubaba untuk semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.” pungkasnya






