Asumsi Politik Uang di Tubaba Capai 70 Miliar pada Pemilu 2024.

Juangpost.com
Tulang Bawang Barat

– Suasana tegang kemungkinan dirasakan oleh para kontestan Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, yang akan berlangsung pada 14 Februari 2024.

Suara hasil pilihan rakyat yang akan menentukan arah politik daerah tersebut kini hanya tinggal hitungan jam lagi.

Namun, dibalik antusiasme masyarakat dalam demokrasi tersebut, penulis beranggapan terdapat kegelisahan yang menghantui para politisi yang ikut bertarung merebut posisi sebagai anggota legislatif.

Politik uang, sejak lama menjadi jurus ampuh dalam mendulang suara rakyat, ternyata masih sulit dihilangkan.

Bahkan, dalam perebutan kursi DPRD Tubaba, jumlah uang yang digunakan oleh para calon anggota legislatif (Caleg) mencapai angka yang menggiurkan.

Beberapa informasi yang dirangkum penulis, terungkap strategi para caleg dengan melakukan pendataan calon pemilih, melalui tim sukses atau koordinator lapangan untuk mendulang suara di TPS.

Tidak heran penulis merangkum kerja Kerja-kerja politik caleg dengan pendataan pemilih yang akan memilih, mulai dari pendataan pemilih sebanyak 2000 orang sampai 15.000 orang calon pemilih agar mencoblos nama atau partai politiknya.

Dengan jumlah kursi sebanyak 35 Dewan pada Periode 2024-2029 dan terbagi dalam empat daerah pemilihan (Dapil), persaingan antar caleg dan Partai politik menjadi semakin ketat.

Dapil 1 Kecamatan Tulang Bawang Tengah sebanyak 11 kursi, dapil 2 Kecamatan Tumijajar dan Tulang Bawang Udik 9 kursi.

Sedangkan Dapil 3 Kecamatan Pagar Dewa, Gunung Terang, Batu Putih dan Lambukibang sebanyak 8 kursi, sedangkan Dapil 4 Kecamatan Way Kenanga dan Gunung Agung sebanyak 7 kursi.

Keempat Dapil tersebut menjadi arena pertarungan sengit bagi para politisi petahana dan caleg baru di Tubaba.

Pada Pemilu 2019, asumsi penulis transaksi politik uang mencapai angka kisaran 50 miliar lebih di seluruh Dapil untuk memperebutkan 30 kursi DPRD Tubaba.

Namun, dalam Pemilu 2024, angka tersebut meningkat dengan asumsi mencapai 70 miliar, menunjukkan intensitas persaingan yang semakin tinggi dan transisi politisi partai serta strategi menjelang Pilkada serentak.

Informasi yang dirangkum penulis menunjukkan bahwa rata-rata 15 hingga 20 orang calon anggota legislatif bertarung di setiap Dapil, dengan berbagai strategi politik di lapangan.

Dari kisaran 20 orang caleg yang bekerja total setiap Dapil, terdapat 7 sampai 15 orang yang bermodal antara 1 Miliar sampai 2 Miliaran, dengan asumsi 10 caleg setiap dapil bermodal 1,5 miliar, artinya 4 dapil tersebut terdapat dugaan ongkos politik mencapai 60 miliar.

Penulis juga meduga bahwa terdapat sekira 100 orang caleg bermodal mulai dari 25 juta hingga 250 juta untuk ikut dalam kontestasi pemilihan, jika di asumsikan sebanyak 100 caleg dengan modal rata-rata 100 juta, arti sebesar 10 miliar dihabiskan para oknum caleg diseluruh wilayah Tubaba.

Dalam dinamika politik uang yang semakin berkembang tetapi masyarakat seakan menganggap hal yang biasa dan menjadi tradisi di semua daerah, perlu adanya pengawasan yang ketat dan peran media untuk menekan dan mencegah praktik-praktik korupsi jika melaksanakan tugas.

Selain itu memastikan bahwa suara rakyat benar-benar tercermin dalam proses demokrasi yang sehat dan berintegritas, tetapi rasa-rasanya sangat sulit merubahnya apa bila tidak tidak diperbaiki seluruh sistemnya.

Lalu siapa-siapa wajah 35 DPRD Tubaba periode 2024-2029 yang akan duduk di Gedung Wakil Rakyat Tubaba. Masih bertahankan wajah lama dan atau wajah baru mendominasi. Kita pantau hasilnya…!

 

 

 

 

 

 

Penulis: Dedi PriyonoEditor: ACP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *